Breaking News:

Jurnalisme Warga

Punya Tanah? Anda Wajib Tahu Info dan Aplikasi Ini

Akhir bulan lalu, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Aceh melakukan acara sosialisasi dan pembinaan pejabat pembuat akta tanah

Punya Tanah? Anda Wajib Tahu Info dan Aplikasi Ini
IST
SITI RAHMAH, S.H., M.Kn., Notaris/PPAT dan Mahasiswi Program Doktor Ilmu Hukum di Unversitas Syiah Kuala, melaporkan dari Banda Aceh

Aplikasi Kontrol juga sebagai kualitas dan monitoring langsung dari eselon 2 dan eselon 3 (kepala kantor wilayah dan kepala kantor pertanahan) di mana Kepala Kantor Wilayah BPN Aceh dapat memantau respons dan kualitas penyelesaian pengaduan jajarannya di tingkat kabupaten/kota. Apabila dalam 1 x 24 jam pengaduan yang masuk belum direspons maka akan menjadi catatan dan penilaian bagi kepala kantor pertanahan.

Lingkup pengaduan lebih komprehensif dan telah disesuaikan dengan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Nomor 11 Tahun 2016. Misalnya format pengaduan yang sudah disesuaikan dengan lampiran Peraturan Menteria ATR/Kepala BPN Nomor 11 Tahun 2016 tentang Penyelesaian Kasus Pertanahan yang memuat identitas pengadu yang terdiri atas nama, alamat, pekerjaan, umur, kemudian uraian singkat kasus, data yang dilampirkan, serta nomor identitas pengadu (NIP).

Si Pemanah juga merupakan respons cepat pengaduan. Hal ini karena setiap pengaduan yang masuk langsung direspons dalam waktu 1x24 jam. Apabila dalam 1x24 jam pengaduan yang masuk belum direspons, maka akan menjadi catatan dan penilaian bagi kepala kantor pertanahan. Disposisi langsung kepada pejabat yang berwenang sesuai dengan kompetensi bidang. Contohnya, ada pengaduan yang masuk dengan tujuan ke Kantor Wilayah BPN Aceh terkait PPAT, maka akan langsung didisposisikan ke Kepala Bidang Penetapan Hak dan Pendaftaran.

Aplikasi berikutnya adalah Go Ukur. Ini merupakan aplikasi untuk membantu dalam manajamen percepatan kegiatan pengukuran, dan pengawasan kualitas pengukuran pada satuan kerja.

Aplikasi ini merupakan aplikasi yang memberikan kemudahan untuk pemohon melakukan pengukuran di mana mempertemukan petugas ukur dengan pemohon secara online tanpa harus datang ke kantor pertanahan. Namun, saat ini aplikasi masih dalam tahap pengembangan, di mana tahap pertama ini aplikasi hanya masih dapat digunakan oleh pihak mitra BPN.

Sedangkan plotting adalah salah satu kegiatan untuk memberikan informasi berupa gambar atau titik suatu bidang tanah di atas peta.

Terakhir adalah aplikasi yang akan dikembangkan terkait dengan PPAT, yaitu SIPPAT yang merupakan kepanjangan dari Sistem Informasi PPAT di mana aplikasi ini nantinya digunakan sebagi rapor untuk menilai kinerja PPAT berdasarkan pelaksanaan kewajiban PPAT, yaitu laporan bulanan PPAT serta pengaduan atau laporan terhadap PPAT bersangkutan.

Nantinya di aplikasi SIPPAT juga akan memuat informasi lengkap PPAT. Pada kesempatan tersebut Kakanwil juga menyebutkan  bahwa 2024-2025 layanan dari manual akan beralih ke digital, tetapi kita bisa memastikan bahwa 2024-2025 jumlah layanan elektronik itu akan bertambah.

Beliau berharap kepada PPAT untuk mensoyialisasikan sertifikat-sertifikat di bawah tahun 2012 harus segera di-plotting. Tujuannya adalah agar tidak ada tumpang tindih sertifikat. Kakanwil juga memberikan peluang untuk berdialog bicara keluhan apa saja yang dihadapi oleh PPAT.

Beliau juga mengajak PPAT untuk duduk membicarakan apa yang bisa dilakukan untuk perbaikan BPN ke depan, apa lagi yang bisa kita lakukan untuk masyarakat yang lebih baik. “Dengan semangat yang sama ke depan bidang pertanahan akan lebih baik,” imbuhnya. Nah?!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved