Breaking News:

Luar Negeri

Kumandang Azan Magrib Cepat 3 Menit, Pengurus Masjid Ini Minta Maaf, Minta Warga Mengganti Puasanya

Kekeliruhan yang tak diketahui itu membuat penduduk di lingkungan sekitar berbuka puasa ketika mendengar azan dari masjid tersebut.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Safriadi Syahbuddin
Ilusrasi - Kumandang Azan Magrib Cepat Tiga Menit, Pengurus Masjid Ini Minta Maaf, Minta Warga Mengganti Puasa 

SERAMBINEWS.COM, MALAYSIA – Azan Magrib menjadi waktu yang ditunggu-tunggu bagi mereka yang ingin berbuka puasa.

Azan Magrib menjadi penanda waktu bagi umat Islam yang tengah menjalankan ibadah puasa, terutama di bulan Ramadhan.

Namun, sebuah masjid di Malaysia secara keliruh mengumandangkan azan Magrib.

Muazin masjid tersebut mengumandangkan azan magrib lebih cepat tiga menit dari waktu yang telah ditetapkan.

Peristiwa tersebut terjadi di Masjid Al-Khairiyah di Taman Seri Gombak, Batu Caves, Selangor, Malaysia pada Senin (19/4/2021) lalu.

Kekeliruhan yang tak disengaja itu membuat penduduk di lingkungan sekitar berbuka puasa ketika mendengar azan dari masjid tersebut.

Baca juga: Biasanya Minum Air Putih hingga 3 Liter Sehari, Ketika Puasa Berapa Gelas Air yang Dianjurkan?

Baca juga: Telat Bangun, Makan dan Minum saat Sahur Telah Masuk Waktu Imsak, Bolehkah Dilakukan?

Melansir dari mStar, Rabu (21/4/2021) dalam pernyataan resmi, pengurus masjid juga meminta maaf atas kesalahan tersebut.

Menurut nazir masjid, Wan Nawawi, kesalahan tersebut disebabkan karena adanya kendala teknis pada tampilan jam digital waktu azan.

“Assalamualaikum. Saya mewakili seluruh pengurus Masjid Al-Khairiyah Taman Seri Gombak mohon maaf atas kesalahan kami mengumandangkan adzan Magrib tiga menit lebih cepat daripada waktu sebenarnya pada hari Senin, 7 Ramadhan 1442 atau 19 April 2021 karena kendala teknis tampilan digital azan di masjid," bunyi pernyataan itu.

Ia mengatakan, pendapat mayoritas ulama menyatakan bahwa puasa mereka tersebut batal dan perlu diganti.

“Jamaah yang hanya mengandalkan azan Magrib dari Masjid Al-Khairiyah untuk berbuka puasa, harap diperhatikan bahwa puasa Anda telah batal pada hari itu dan perlu diganti atau diqada,” kata Nawawi.

“Itulah pendapat mayoritas ulama dari kalangan Hanafi, Maliki, Syafi’i dan banyak di antara ulama Hambali yang menyatakan bahwa puasa batal dan wajib diganti,” sambung nazir masjid itu.

“Sekali lagi kami mohon maaf dan InsyaAllah hal seperti itu tidak akan terjadi lagi,” ujarnya dalam keterangannya.

Ditanya bagaimana bisa ada kesalahan tersebut terjadi, Nawawi mengatakan hal itu ketika panitia masjid melihat jam masing-masing.

Baca juga: Jika Membersihkan Telinga dengan Cotton Bud Saat Puasa, Sahkah Puasanya? Ini Penjelasan MUI

“Kami sadar setelah melihat tampilan jam masjid. Muazin azan di ruangan khusus yang perpatokan pada jam masjid,” katanya yang menjelaskan, dikutip dari Harian Metro.

“Saat melihat, ternyata jam cepat tiga menit, kami langsung menyuruh muazin untuk menghentikan azan,” tambahnya.

Kemudian barulah muazin mengumandangkan azan magrib sesuai dengan waktu sebenarnya.

Menurut dia, masalah tersebut sudah diselesaikan di tingkat pengurus dan diinformasikan ke Departemen Agama Islam (Jais) Selangor.

Mufti Selangor: Puasanya Batal

Mufti Selangor, Datuk Seri Mohd Tamyes Abdul Wahid angkat bicara tentang status puasa mereka berdasarkan azan di Masjid Al Khairiyah yang cepat tiga menit.

Ia mengatakan, waktu shalat sesuai dengan zona di negara bagian dan dalam hal itu puasa bagi yang berbuka puasa sebelum azan pada pukul 19.18 batal dan harus diganti.

Ia mengatakan, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan dan meminta semua orang harus memaafkan muazin yang tidak sengaja mengumandangkan azan magrib lebih cepat.

"Dia tidak bermaksud begitu. Kita semua harus berpikiran terbuka. InsyaAllah, ibadah kita sepanjang hari diterima," katanya.

Baca juga: Azan Berkumandang di Kota Edmonton Kanada, Membuat Ramadhan Lebih Damai Bagi Umat Islam

Sementara itu, Noraini Noordin (35), yang berbuka puasa karena mendengar azan magrib yang keliruh itu, akan mengganti puasanya.

Wanita yang penjual panganan berbuka puasa di depan masjid tersebut mengatakan, karena sudah berkumandang azan magrib, maka ia tak segan-segan untuk berbuka puasa.

“Saya sudah mendengar azan (Magrib) terus buka puasa, kemudian makan,” katanya.

“Setelah makan sebiji kurma, tiba-tiba azan kembali bergema,” ungkap Noraini.

“Biasanya azan hanya satu kali, tapi saya fikir sepertinya mikrofon rusak, terus saja berbuka puasa,” ujarnya.

Baru tadi malam, kata  Noraini, pihak masjid datang untuk memberi tahu kami bahwa puasa batal dan harus diganti.

Saat itu, hanya Noraini dan dua pekerja perempuan yang berada dilapaknya dan mereka juga harus mengganti puasa.

Baca juga: Batas Sahur Imsak atau Azan Subuh? Simak Video Penjelasan Ulama Aceh Tgk Faisal Ali

Baca juga: Masuk Masjid Saat Azan, Mengerjakan Shalat Sunnah, Berdiri atau Duduk? Ini Penjelasan Buya Yahya

Menurutnya, jika hal itu bukan salahnya dan juga tidak disengaja, maka tidak membatalkan puasa.

Namun, ini menjadi persoalan hukum islam, jadi kita harus mengikutinya

"Saya akan untuk mengganti puasa setelah Idul Fitri. Harus menerima kewajiban puasa qada 'dan kesalahan azan," katanya.

Sementara itu, Ahmad Thamin Tajuddin (39), pengusaha warung makan mengaku tidak perlu mengganti puasanya karena ia berbuka puasa pada saat azan magrib yang kedua.

Pasalnya, pada saat adzan pertama, ia sibuk menyiapkan santapan menu berbuka untuk pelanggan.

“Saya heran kenapa adzan dua kali saat azan pertama, saya tidak sempat berbuka puasa karena saya siapkan menu berbuka untuk pelanggan,” ucapnya. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS

Baca Juga Lainnya:

Baca juga: Dimulai dari Sabang, Imam Muda Palestina dari Gaza Akan Bersafari Dakwah di Aceh, Catat Jadwalnya

Baca juga: Zona Kuning Meluas di Aceh, Jubir Sebut Kasus Covid-19 Meningkat

Baca juga: Pensiun dari Jenderal, Sosok Ini Pilih Banting Setir Jadi Petani dan Sukses di Kampung

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved