Breaking News:

Kupi Beungoh

Kunjungan Ramadhan ke AD Pirous: Keislaman, Keacehan, dan Keindonesiaan (VI)

Bagi kebanyakan orang Aceh, walaupun yang tidak sembahyang, tidak puasa, penjudi, dan bahkan peminum arak sekalipun, Islam adalah Aceh.

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/Handover
Sosiolog Aceh, Ahmad Humam Hamid, berkunjung ke galery lukisan seniman Indonesia kelahiran Meulaboh Aceh Barat, Abdul Djalil Pirous (AD Pirous), di kawasan Dago Pakar, Bandung, April 2021. 

Tidak dapat dibantah, Pirous lahir dari sebuah keluarga yang kental dengan penghayatan keagamaan, baik dari ayahnya maupun dari ibunya.

Dari ayahnya, kecuali seni, ia mendapatkan nilai- nilai keislaman “direct”, namun mempunyai pesan reformasi dan modernitas.

Dari ibunya Pirous mendapatkan nilai dan praktik Islam tradisional Aceh pada masa itu, dimana tasawuf menjadi salah satu ciri utamanya.

Seperti pengakuannya pada George (2010) tentang kota kelahirannya, Meulaboh, sebagai kota yang sangat damai, sangat bersih, dan sangat islami.

Di sekolahnya disamping pelajaran umum, Pirous juga mendapatkan pelajaran membaca Alquran dan menulis huruf Arab.

Pirous sangat bangga dengan apa saja yang dinikmatinya di Meulaboh pada masa itu.

Ketika menceritakan masa kecil dan masa remajanya, ia bahkan mengklaim Aceh sebagai kawasan agamis yang kosmopolit.

Baginya, sekalipun ada istilah agama Islam yang sudah menjadi tradisi, hal itu sama sekali bukanlah menjadi penghalang untuk menjadi Aceh yang moderen.

Ia menyebutkan banyak hal kepada George (2010) dengan satu dua kata kunci tentang kondisi Aceh pada masa itu seperti, “orang Aceh tidak sendirian di dunia yang luas karena punya pegangan kultural yang kaya.”

Yang hendak ia sampaikan sesungguhnya bahwa spektrum budaya Aceh ketika ia kecil dan remaja tidak sempit dan miskin.

Baca juga: VIDEO Batu Giok Meulaboh Lebih Banyak Dibeli Orang Luar Aceh daripada Konsumen Lokal

Kolase foto lukisan kaligrafi karya Abdul Djalil Pirous, seniman Indonesia asal Meulaboh Aceh Barat. Lukisan-lukisan ini disimpan di Serambi Pirous, studio galery, di Jl. Bukit Pakar Timur II/111 Bandung, 40198, Indonesia.
Kolase foto lukisan kaligrafi karya Abdul Djalil Pirous, seniman Indonesia asal Meulaboh Aceh Barat. Lukisan-lukisan ini disimpan di Serambi Pirous, studio galery, di Jl. Bukit Pakar Timur II/111 Bandung, 40198, Indonesia. (SERAMBINEWS.COM/Handover)
Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved