Breaking News:

Kupi Beungoh

Kunjungan Ramadhan ke AD Pirous: Keislaman, Keacehan, dan Keindonesiaan (VI)

Bagi kebanyakan orang Aceh, walaupun yang tidak sembahyang, tidak puasa, penjudi, dan bahkan peminum arak sekalipun, Islam adalah Aceh.

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/Handover
Sosiolog Aceh, Ahmad Humam Hamid, berkunjung ke galery lukisan seniman Indonesia kelahiran Meulaboh Aceh Barat, Abdul Djalil Pirous (AD Pirous), di kawasan Dago Pakar, Bandung, April 2021. 

Ahmad Humam Hamid*)

RIWAYAT hidup Pirous adalah sebuah contoh unik tentang bagaimana seorang anak manusia lahir, remaja, muda, dan dewasa yang tumbuh dan berkembang dengan nilai-nilai keislaman, keacehan, dan keindonesiaan.

Ia lahir, mengalami masa kanak-kanak remaja di Meulaboh, mengalami masa muda awal di Medan, muda lanjut, dan dewasa di Bandung Jawa Barat, dan kemudian sekolah ke Amerika Serikat.

Ketika Pirous di Meulaboh, hampir semua nilai-utama kehidupan yang dialaminya adalah nilai-nilai keAcehan dan keIslaman yang sangat sukar untuk dipisahkan.

Bagi kebanyakan orang Aceh, walaupun yang tidak sembahyang, tidak puasa, penjudi, dan bahkan peminum arak sekalipun, Islam adalah Aceh, dan Aceh adalah Islam.

Hal itu tidak terlalu berat untuk Pirous, karena ia beruntung lahir dan tumbuh dalam keluarga dan komunitas yang sangat islami di Meulaboh pada masa itu.

Pirous kecil juga beruntung karena ia berada dalam sebuah komunitas yang mempunyai keragaman etnis, bangsa, dan konektivitas budaya dan wawasan yang terbuka dari masyarakatnya.

Ia merasakan disamping adanya toleransi terhadap keragaman, kebencian diam-diam dan kadang terbuka kepada Belanda tetap saja ada di tempat kelahirannya.

Kalaulah ada yang paling membekas dalam dirinya adalah bagimana ia merasakan dan melihat, betapa Aceh yang pernah membesarkannya mempunyai ketangguhan  dan kelenturan budaya sekaligus yang kemudian membuat Aceh unik.

Baca juga: Kunjungan Ramadhan ke AD Pirous: Menyaksikan Seniman Bertasbih dan Berzikir (I)

Baca juga: Kunjungan Ramadhan ke AD Pirous: Menemukan Kembali Aceh di Amerika Serikat (II)

Baca juga: Kunjungan Ramadhan ke AD Pirous: Kasab Meulaboh, Ibunda, dan Ikon Etnis (III)

Baca juga: Kunjungan Ramadhan ke AD Pirous: Silaban, Gerrit Bruins, Ibrahim Hasan & Estetika Baiturrahman (IV)

Baca juga: Kunjungan Ramadhan ke AD Pirous: Ali Hasymi, Cinta Meulaboh, dan Universitas Teuku Umar (V)

Sosiolog Aceh, Ahmad Humam Hamid, berkunjung ke galery lukisan seniman Indonesia kelahiran Meulaboh Aceh Barat, Abdul Djalil Pirous (AD Pirous), di kawasan Dago Pakar, Bandung, April 2021.
Sosiolog Aceh, Ahmad Humam Hamid, berkunjung ke galery lukisan seniman Indonesia kelahiran Meulaboh Aceh Barat, Abdul Djalil Pirous (AD Pirous), di kawasan Dago Pakar, Bandung, April 2021. (SERAMBINEWS.COM/Handover)

Bangga dengan Meulaboh

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved