Breaking News:

Berita Simeulue

Gara-gara tak Dikasih HP Untuk Main Game High Domino, Seorang Suami di Simeulue Tega Aniaya Istri

"Korban dan pelaku merupakan pasangan suami-istri, yang istrinya itu sedang hamil dua bulan. Pelaku menganiaya istrinya lantaran kesal tidak....

Gara-gara tak Dikasih HP Untuk Main Game High Domino, Seorang Suami di Simeulue Tega Aniaya Istri
For Serambinews.com
Kasatreskrim Polres Simeulue.

"Korban dan pelaku merupakan pasangan suami-istri, yang istrinya itu sedang hamil dua bulan. Pelaku menganiaya istrinya lantaran kesal tidak memberikan Hp untuk main chip domino," imbuh Muhammad Rizal, Sabtu (1/5/2021).

Laporan Sari Muliyasno I Simeulue

SERAMBINEWS.COM, SINABANG - Gara-gara tidak dikasih handphone (HP) untuk main game high domino oleh istrinya, seorang suami, RY (24) di Kabupaten Simeulue tega menganiaya istrinya, AD (21) yang sedang hamil muda.

Mendapat laporan langsung dari korban, oleh petugas kepolisian langsung membawa korban ke rumah sakit untuk divisum.

Sementara suaminya RY, langsung diamankan dan dibawa petugas untuk dimintai keterangannya.

Kasat Reskrim Polres Simeulue, Iptu Muhammad Rizal, mengatakan bahwa kejadian kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu terjadi pada hari Rabu (28/4/2021) kemarin.

"Korban dan pelaku merupakan pasangan suami-istri, yang istrinya itu sedang hamil dua bulan. Pelaku menganiaya istrinya lantaran kesal tidak memberikan Hp untuk main chip domino," imbuh Muhammad Rizal, Sabtu (1/5/2021).

Akibat kejadian tersebut, lanjut Kasatreskrim, korban mengalami luka memar di bagian paha kiri dan sakit di bagian kepala.

Baca juga: Pantau Gempa di Danau Toba, USK dan BMKG Kerja Sama Pasang 20 Seismometer

"Oleh unit PPA Polres Simeulue membawa pelaku untuk dimintai keterangan dan upaya untuk memberikan pemahaman supaya berdamai secara keluargaan di desa," tandasnya.

Ia menambahkan, bahwa tidak semua kasus harus dilanjutkan ke ke ranah hukum, lantaran terdapat 18 perkara yang dapat dilakukan perdamaian melalui musyawarah secara kekeluargaan di desa atau di gampong.

"Saya berharap kepada masyarakat sebelum melaporkan kasus ke polisi seperti perkelahian, selisih paham, penganiayan ringan, sebaiknya diselesaikan secara kekeluargaan terlebih duhulu. Jangan karena emosi sesaat langsung menempuh jalur hukum. Untuk proses perdamaian pun bisa kita bantu untuk mediasi," pungkasnya. (*)

Baca juga: Pelanggaran Protkes saat Konser Amal Ditingkatkan ke Penyidikan, Tersangka akan Segera Ditetapkan

Penulis: Sari Muliyasno
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved