Breaking News:

Berita Bisnis

Masuk Masa Panen Raya, Aceh Alami Surplus Gabah Sebanyak 392.503 Ton, Harga Beras Cenderung Turun

Surplus gabah yang dialami pada bulan Mei 2021 itu, ungkap Safrizal, sedikit memberi dampak terhadap turunnya harga gabah dan beras di pasar.

Penulis: Herianto | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Stok beras di salah toko di Pasar Aceh, Minggu (14/2/2021). 

Daya beli beras masyarakat sedikit menurun di bulan puasa, karena selama bulan puasa tidak ada pesta perkawinan. Di samping, durasi waktu rumah makan dan restauran serta café untuk berjualan juga terbatas.

Baca juga: Tanggapi Kerumunan di Pasar Tanah Abang Jelang Lebaran, Indra Bekti: Tahan Dulu Nafsu Belanjanya

Baca juga: Sisir Lokasi Gadis Dirudapaksa, Polisi Temukan Bercah darah, Celana Dalam hingga Bungkusan Obat Kuat

Baca juga: Antusias, 43 Purnawirawan dan Warakawuri di Bener Meriah ikut Vaksinasi Covid-19

Ia mengungkapkan, masalah turunnya harga gabah dan beras petani ini, telah dibahas dalam Rakor Pangan, Jumat pekan kemarin.

Dalam rakor itu, Bulog sudah menyatakan, terus akan membeli beras petani melalui penggilingan padi yang ada di berbagaia daerah.

Kepala Bulog Aceh, Irsan Nasution mengatakan, pihaknya terus membeli beras petani melalaui penggilingan padi sesuai Permendag Nomor 24 Tahun 2020, dengan harga sekitar Rp 8.300/Kg.

 Sampai kini, Bulog mengklaim, pihaknya sudah melakukan pembelian beras sebanyak 6.850 ton, dari targetnya 12.600 ton.

Mustafa, salah seorang pedagang beras di Pasar Aceh mengatakan, sejak bulan April–Mei 2021 ini, harga beras cenderung menurun.

Baca juga: Hari Ini, 38 Warga Lhokseumawe Masih Terpapar Covid-19, 10 Diantaranya Dirawat

Baca juga: Ikatan Cinta: Al Siuman, Kecerobohan Riki Buat Rafael Kerja Keras, Belang Elsa Ketahuan

Baca juga: VIDEO - Inter Milan Rajai Serie A Italia Musim 2020-2021

Beras Blang Bintang turun Rp 10.000/sak, dari Rp 145.000 menjadi Rp 135.000/sak (15 Kg).

Beras Samahani juga demikian, harganya turun dari Rp 155.000 menjadi Rp 145.000/sak.

Penurunan harga beras lokal ini, menurut Mustafa, pertama masih ada kaitan dengan pandemi Covid-19, di mana dilarang membuat acara dalam jumlah orang banyak, misalnya pesta perkawinan.

Kedua, masih dalam suasana bulan Ramadhan, di mana waktu rumah makan dan restaurant maupun café untuk berjualan terbatas.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved