Breaking News:

Internasional

Uni Eropa Nilai Pengabaian Hak Paten Vaksin Virus Corona Bukanlah "Peluru Ajaib"

Para pemimpin Eropa meningkatkan kritik terhadap dukungan Amerika Serikat untuk mengesampingkan hak paten Vaksin Covid-19.

AFP
Presiden Dewan Eropa Charles Michel 

SERAMBINEWS.COM, BRUSSELS - Para pemimpin Eropa meningkatkan kritik terhadap dukungan Amerika Serikat untuk mengesampingkan hak paten Vaksin Covid-19.

Presiden Dewan Eropa Charles Michel, Sabtu (8/5/2021) mengatakan pengabaian paten vaksin Covid-19 bukanlah "peluru ajaib,"

Pemimpin Eropa menekan Presiden AS Joe Biden untuk mencabut pembatasan ekspor AS pada vaksin, dengan alasan akan berdampak lebih besar pada produksi dan distribusi vaksin.

Para pendukung proposal pengabaian paten, yang diperkenalkan Organisasi Perdagangan Dunia (WHO).

Diusulkan oleh Afrika Selatan dan India dengan tujuan membantu meningkatkan produksi vaksin dan memberikan dosis ke negara berkembang.

Baca juga: Arab Saudi Telah Memberi Suntikan Vaksin Covid-19 Untuk 25 Persen Penduduk

Proposal tersebut sedang diproses melalui WTO, meskipun 164 negara anggota harus menyetujui keputusan tersebut dan negosiasi diperkirakan akan berlangsung selama berbulan-bulan, menurut Reuters .

"Kami tidak berpikir, dalam jangka pendek, bahwa itu adalah peluru ajaib," kata Michel tentang proposal pengabaian pada hari kedua pertemuan puncak Uni Eropa di Portugal.

"Saya melihat lebih banyak risiko daripada peluang," kata Kanselir Jerman Angela Merkel.

“Saya tidak percaya merilis paten adalah solusi untuk menyediakan vaksin bagi lebih banyak orang.”

“Saya dengan sangat jelas mendesak AS untuk mengakhiri larangan ekspor vaksin dan komponen vaksin yang mencegah mereka diproduksi,” kata Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Baca juga: Inilah Akibat Menentang Vaksin Covid-19, Virus Corona Akhiri Hidup Seorang Dokter Kenya

Meskipun AS telah membatasi dengan ketat ekspor vaksin buatan Amerika, UE telah mendistribusikan sekitar 200 juta dosis ke negara-negara di luar blok 27 negara itu.

Kritik terhadap proposal pengabaian telah memperingatkan dapat mencegah perusahaan obat untuk memulai penelitian vaksin darurat dan obat-obatan di masa depan.

Baca juga: Kementerian Kesehatan Bantan Rumor, Warga Tolak Dosis Vaksin Covid-19 Kedua

Sehingga dapat menjadi preseden yang berbahaya.

Pengesampingan juga mungkin tidak memperbaiki kesenjangan global yang menganga dalam akses ke vaksin secepat yang diharapkan.

Karena kurangnya dana, dukungan logistik dan kapasitas produksi dapat membatasi dampaknya.(*)

Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved