Senin, 4 Mei 2026

Berita Bener Meriah

Fakta Pembunuhan Pedagang asal Aceh Utara di Bener Meriah, Korban Dipukul Lalu Dibacok

Dalam reka ulang itu, JM sudah merencanakan untuk menghabisi korban menggunakan benda tumpul yaitu besi dan kayu.

Tayang:
Penulis: Budi Fatria | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Polres Bener Meriah, Selasa (8/6/2021) menggelar rekonstruksi (reka ulang) pembunuhan berencana terhadap Hanafiah (47), pedagang asal Aceh Utara di Mapolres setempat. 

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Polres Bener Meriah, Selasa (8/6/2021) menggelar rekonstruksi (reka ulang) Pembunuhan Berencana terhadap Hanafiah (47), pedagang asal Aceh Utara di Mapolres setempat.

Seperti diketahui, jenazah Hanafiah (47) ditemukan dalam kebun di Dusun Belang Terujak, Kampung Tembolon, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah pada 27 Februari 2021.

Dalam kasus itu, penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bener Meriah menetapkan empat orang tersangka, yaitu JM (49) warga Bener Meriah, AB (40) warga Langsa, dan NS (40) serta FT (28) keduanya warga Aceh Timur.

Rekonstruksi yang terdiri atas 51 adegan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Bener Meriah, Iptu Dr Bustani SH MH. 

Turut hadir jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bener Meriah dan keluarga korban. Kegiatan rekonstruksi itu juga dikawal ketat oleh personel Polres Bener Meriah.

Dalam rekonstruksi yang diperankan langsung oleh keempat pelaku tersebut memperagakan adegan demi adegan.

Baca juga: Beban Per Bulan Rp 2,15 triliun Sedangkan Pendapatan Cuma Rp 715 Miliar, Garuda Indonesia Salah Urus

Baca juga: Pemimpin Senior Milisi Houthi Tewas Dalam Bentrokan di Al-Jawf

Baca juga: Polisi Ringkus Buronan Kasus Penusukan dengan Rencong Warga Gunong Kong Nagan Raya

Para pelaku nekat menghabisi nyawa korban demi menguasai harta milik korban Hanafiah. Dalam rekonstruksi itu juga terlihat keahlian dan perencanaan yang matang para tersangka JM Cs.

Seperti peran NS (wanita) yang digunakan sebagai umpan pancingan untuk menghubungi korban melalui sambungan telepon agar mau datang ke gubuk milik JM.

Dalam reka ulang itu, JM sudah merencanakan untuk menghabisi korban menggunakan benda tumpul yaitu besi dan kayu.

Saat korban tiba di lokasi itu, JM dalam posisi bersembunyi, sedangkan AB bertemu langsung dengan korban.

Pada saat itu, AB sudah memegang sebatang besi yang disembunyikan di balik lengan sebelah kanan.

Selanjutnya, korban berjalan menuju kearah gubuk dan JM yang bersembunyi tidak jauh dari korban menghampiri AB dengan berkata “kenapa tidak langsung kamu pukul”.

Baca juga: Beredar Info Indonesia Batal Haji karena Sinovac tak Diakui Arab, Ini Tanggapan Dubes Saudi Arabia

Baca juga: Remaja Palestina Menanggung Bekas Luka Pertempuran Penggusuran di Jerusalem Timur

Baca juga: Seorang Pria Tampar Presiden Prancis Saat Sedang Berjalan-jalan

Kemudian JM dan AB mendekati korban dari arah belakang. Selanjutnya, AB langsung mengayunkan besi kearah kepala belakang korban, namun korban mengelak dan tidak mengenai korban.

Melihat hal itu, lalu JM mengambil sebilah kayu yang sudah dipersiapkan yang diletakkan tidak jauh dari lokasi korban berdiri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved