Sabtu, 2 Mei 2026

Opini

Rohingya: Deritamu-Nasibku

Myanmar sebagai negara berdaulat di Asean menarik perhatian internasional terutama setelah kudeta militer 1 Pebruari 2021

Tayang:
Editor: bakri
IST
Abdul Rani Usman, Akademisi UIN Ar-Raniry 

Pernyataan yang menyakiti hati etnis minoritas menyebabkan mereka tertekan, karena sudah mendapatkan pesan dari pemuka agama memperbolehkan membuat kekerasan kepada minoritas Rohingya. Penderitaan etnis Rohingya di negeri asalnya terkesan tidak akan habisnya.

Perseteruan antara militer dengan pemberontakan di Arakan tahun 2016 mengakibatkan 750 ribu warga Muslim Rohingya mengungsi ke Bangladesh. Hasil penyelidikan Komisi PBB 2019 kejahatan perang yang dilakukan militer Myanmar mengarah kepada genoside.

Pemerintahan Suu Kyi menyebutkan Arakan sebagai organisasi teoris (Tempo, 14-20/12/2020). Penderitaan yang dirasakan etnis Rohingya membuat utusan PBB menginvestigasi genoside di Myanmar.

Kekerasan yang terjadi terhadap etnis Rohingya menurut investigasi PBB mengarah kepada pembasmian etnis. Fenomena kekerasan yang dilakukan Pemerintah Myanmar 2016 menjadi landasan bagi PBB menginvestigasi secara mendalam terhadap genoside di Myanmar. Namun demikian konflik pemerintahan sipil-militer belum pernah henti sampai pertengahan 2021.

Etnis minoritas terus mengungsi sehingga membuat derita saudaranya di Indonesia. Namun masyarakat Indonesia bekerjasama dengan IOM-UNHCR menangani pengungsi Rohingya termasuk dalam menangani sementara etnis Rohingya yang terdampar 81 orang di Kuala Simpang Ulim, Aceh Timur, 4 Juni 2021 lalu.

Pengungsi Myanmar terus mengalir bukan saja dari etnis Rohingya namun dari Negara Bagian Kayin. Wilayah Kayin yang berbatasan dengan Thailand menanggung pengungsian dari Myanmar. Namun demikian Thailand dan Myanmar mempunyai hubungan emosional, termasuk pemimpin militer Myanmar dan Perdana Menteri Prayuth Chan-Ocha.

Secara geografi Thailand mempunyai peran strategis dalam mengatasi krisis di Myanmar. Fenomena menunjukkan hubungan dekat secara etnis, geografis serta hubungan agama membuat Thainland tidak mengecam Junta Militeri Myanmar. Relasisi etnisitas dan agama menjadi tangguang jawab sosial bagi Thailand untuk bersikap hati dalam mengatasi krisis di Myanmar.

Relasi budaya dan Agama antara Myanmar dan Thailand dapat menjadi rujukan bagi utusan PBB berdiplomasi membantu Myanmar. Utusan Khusus PBB Cristine Schraner Burgener, berharap Thailand bisa bekerja sama dengan Myanmar dalam menangani krisis di Myanmar. Burgener membangun komunikasi dengan Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha dan Menteri Luar Negeri Don Pramudwinai membahas solusi damai untuk Myanmar demi kepentingan warganya kata Burgener (Tempo,7-13/6/2021).

Thailand mempunyai tanggung jawab sosial guna membangun hubungan harmonis antarwarga guna menjamin kedamaian di kawasan perbatasan. Saling menjaga kehormatan dan kenyaman karena kedua negara, selain bertetangga, sekaligus investasi Thailand di Myanmar juga banyak sehingga negeri Gajah tersebut sangat hati-hati dalam bertindak terhadap krisis politik di Myanmar.

Derita emosional Asean

Penderitaan Myanmar menjadi perhatian komunitas Asean. Konflik sipil-militer Myanmar menjadi perhatian sehingga Asean, membahas krisis Myanmar 24 April 2021. Poin penting dalam pertemuan tersebut menghentikan kekerasan di Myanmar. Perhatian anggota Asean menjadi penting karena mempunyai prinsip menjaga keamanan, perdamaian dan kemakmuran regional.

Konsekuensi logis Asean adalah jika salah satu anggota Asean tidak nyaman berpengaruh terhadap anggota lainnya.Dirita Myanmar adalah derita Asean, terutama Indonesia terpaksa menampung sementara Rohingya yang terdampar di Aceh.

Selama konflik di Myanmar 2016-2017 dan setelah kudeta 1 Pebruari 2021, Indonesia menanggung derita atas banyaknya pengungsi. Pengungsi dari Rohingya hampir setiap bulan terdampar di Aceh.

Deritamu juga derita-derita kita, menajadi nasibku di sini.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved