Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Diduga Pungli, Empat Jukir di Pasar Pagi dan RSUD Aceh Tamiang Diringkus Polisi

Empat juru pakir di Aceh Tamiang yang diduga melakukan pungutan liar alias pungli diamankan polisi dalam dua operasi berantas premanisme.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
NET
Ilustrasi 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBIEWS.COM, KUALASIMPANG – Empat juru pakir di Aceh Tamiang yang diduga melakukan pungutan liar alias pungli diamankan polisi dalam dua operasi berantas premanisme.

Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Ari Lasta Irawan mengatakan, keempat pelaku diamankan dari dua lokasi terpisah.

Masing-masing dua orang dari areal parkir Pasar Pagi Kualasimpang dan parkiran RSUD Aceh Tamiang.

“Sejauh ini ada empat pelaku yang kita amankan atas tuduhan pungli,” kata Kapolres Ari Lasta melalui Kasat Reskrim Polres Aceh Tamiang, Iptu Fauzan Zikra, Senin (21/6/2021).

Berdasarkan pemeriksaan awal, keempat pelaku mengutip iuran parkir di atas tarif resmi yang sudah ditetapkan dalam Qanun Aceh Tamiang Nomor 21/2011.

“Selain itu, para pelaku juga tidak dilengkapi tanda pengenal resmi sebagai juru parker sehingga kita amankan,” ujarnya.

Baca juga: Awas! Kawasan Bukit Cinta Lintas Blangkejeren-Kutacane Rawan Pungli, Modusnya Palang Jalan

Baca juga: Polisi Ringkus 7 Tukang Parkir, Pungli di Hutan Mangrove Langsa

Baca juga: Memberantas Pungli Lagi

Fauzan menambahkan, kasus premanisme dan pungutan liar atau pungli tengah menjadi atensi serius pihaknya.

Pemberantasan dua jenis kejahatan ini pun sudah mulai dilakukan sejak seminggu lalu dan dipastikannya akan terus dilanjutkan.

“Ini menjadi atensi kami, ke depan tetap akan dilaksanakan,” tegas Kasat Reskrim.

Sementara itu, sejumlah juru parkir yang ditemui di Karangbaru, Aceh Tamiang berharap Qanun 21/201 direvisi karena sudah tidak sesuai diterapkan untuk saat ini.

Mereka mencontohkan, dalam Qanun itu dituliskan tarif parkir sepeda motor Rp 1.000 dan kendaraan roda empat Rp 2 ribu.

“Itu kan produk sebelas tahun lalu, hari ini semua kebutuhan sudah naik, seharusnya ada Qanun yang mengatur tarif baru,” kata seorang juru parkir di sebuah warung kopi.

Baca juga: Polisi Amankan 7 Orang yang Diduga Melakukan Pungli di Kawasan Wisata Mangrove Langsa

Baca juga: Polisi Tangkap Tujuh Terduga Pelaku Pungli di Pasar Inpres Lhokseumawe, Ini Barang Bukti Diamankan

Baca juga: Polres Aceh Utara Amankan Tujuh Pria Terlibat Pungli Retribusi Parkir, Tiga Blok Kwitansi Disita 

Mengenai tuduhan pungli, dia pun menyimpulkan, ada beberapa sebab yang melatarbelakanginya.

“Pertama tuntutan ekonomi, kemudian ketika pengendara kereta (sepeda motor) kasih uang dua ribu, kan susah cari kembalian seribu,” pungkasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved