Breaking News:

Kupi Beungoh

Ekonomi Gampong Bakongan: Sawit, Rekonsiliasi Ekonomi dan Lingkungan (V)

kontroversi terbesar tentang agribisnis kelapa sawit adalah debat panjang antara sawit sebagai pembawa kemakmuran, dan sawit sebagai pembawa bencana

Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM/Handover
Prof. Dr. Ahmad Human Hamid, MA, Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. 

Padahal sektor ekonomi lain anjlok dan bahkan parah.

Pemerintah dua hari yang lalu mengumumkan pada tahun  2021 ini saja, sekitar 16 juta pekerja terserap dalam agribisnis, baik langsung maupun tak langsung (CNBC Indonesia 30/6/21)

Dalam kacamata ekonomi yang lebih nyata, agribisnis kelapa sawit tidak hanya membuat ekonomi tumbuh, tetapi juga telah menjadi instrumen pengentasan kemiskinan, perbaikan distribusi pendapatan, dan bahkan peningkatan kesejahteraan keluarga.

Baca juga: Ekonomi Gampong: Bakongan, Barsela, Reaganomics, dan Kekeliruan Sri Mulyani (II)

Walaupun tidak sangat nyata dan berjangka panjang, klaim yang seperti itu telah terbukti secara kwalitatif seperti dalam kasus petani sawit Bakongan dan juga petani-petani sawit lainnya di kabupaten sepanjang Barsela, dan pantai Timur Aceh.

Provinsi Riau adalah sebuah contoh dimana perkembangan sawit yang luar biasa pada akhir tahun 90an dan awal tahun 2000an, telah memberikan kemakmuran kepada penduduk dan pembangunan daerah yang luar biasa.

Pada tahun 2017, sawit menyumbang 39,31 persen perekonomian Riau, dan bahkan pada tahun 2016 menyumbang 22,65 persen untuk PDRB Riau (Bank Indonesia Perwakilan Riau, 2017).

Tidak hanya itu PDRB, nilai ekspor Riau pada tahun yang sama juga didominasi oleh kelapa sawit yakni 61,47 persen.

Sebuah catatan penting dari Riau pada tahun 2015 juga menunjukkan pendapatan petani sawit berada antara US$4.630- US$5.500 per tahun atau sekira Rp 70 juta- 82 juta per tahun.

Ini artinya pendapatan petani sawit rata-rata sekitar 7,5 juta rupiah perbulan.

Angka itu tidak berbeda jauh dari pendapatan yang diperoleh oleh petani sawit Bakongan, dan juga kulster petani sawit yang serupa di kabupaten sepanjang Barsela.

Baca juga: Ekonomi Gampong Bakongan: Rezim Transnasional Komoditi Sawit dan Reaganomics di Barsela (III)

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved