Jumat, 12 Juni 2026

Berita Abdya

Bupati Abdya Jadi Pemateri Pelatihan Wartawan, Akmal Ibrahim: Wartawan Harus Merdeka dan Bebas

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Abdya menggelar pelatihan peningkatan kapasitas wartawan Abdya, Kamis (8/7/2021), di Bali Resto Susoh.

Tayang:
Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS/RAHMAT SAPUTRA
Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH (tengah) memberikan materi dalam pelatihan peningkatan kapasitas wartawan yang diselenggarakan PWI Abdya, Kamis (8/7/2021), di kawasan Pantai Bali, Kecamatan Susoh. 

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Persatuan Wartawan Indonesia Aceh Barat Daya (PWI Abdya) menggelar pelatihan peningkatan kapasitas wartawan Abdya, Kamis (8/7/2021), di Bali Resto Susoh.

Kegiatan yang diikuti seluruh wartawan di ‘Bumoe Breuh Sigupai’ dan dibuka langsung Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT itu, turut menghadirkan Bupati Abdya, Akmal Ibrahim sebagai pemateri.

Pemateri lainnya adalah Khairul Azmi SH yang merupakan Ketua Bidang Hukum dan HAM Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Abdya.

Ketua PWI Abdya, Drs H Zainun Yusuf mengatakan, pelaksanaan pelatihan peningkatan kapasitas wartawan itu perdana dilaksanakan oleh PWI Abdya.

Untuk itu, Zainun Yusuf mengajak, para wartawan yang bertugas di ‘Bumoe Breuh Sigupai’ untuk terus mengasah kemampuannya dan memantapkan diri dengan nilai kompetensi sebagai seorang jurnalis.

“Dalam menjalankan tugas sebagai seorang jurnalis, tetap mengedepankan profesionalitas. Jangan memanfaatkan profesi wartawan sebagai alat untuk hal-hal yang tidak baik,” pintanya. 

Baca juga: Pembunuh Wartawan Terungkap, PWI Abdya Apresiasi Poldasu dan Minta Pelaku Dihukum Berat

Baca juga: PWI Abdya Ajak Santri Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Baca juga: PWI Abdya Kecam Tindakan Ancam Terhadap Wartawan di Aceh Barat

Ditambahkan dia, pelatihan peningkatan kapasitas wartawan itu merupakan wujud dari pembinaan pers di Abdya.

Terlebih kegiatan seperti itu sangat jarang dilakukan, sehingga harus ada upaya ke depannya untuk menggalakkan kegiatan serupa.

“Insya Allah, ke depan kita berusaha melaksanakan UKW di Abdya. Ini tentu perlu dukungan dari semua pihak,” pungkasnya.

Harus Merdeka 

Sementara itu, Bupati Abdya, Akmal Ibrahim mengatakan, wartawan itu harus merdeka dan bebas dari intervensi, karena pertanggungjawabannya dua.

“Dan keduanya itu tidak nampak, yaitu Tuhan dan Hati (nurani),” kata mantan Redpel Harian Serambi Indonesia itu.

Bahkan, sebutnya, pengalaman ini pernah terjadi kepada salah seorang wartawan Kompas semasa konflik di Aceh.

Baca juga: Akmal Ibrahim: Pejabat Abdya Tidak Boleh Punya Visi Misi, Bekerja Sungguh-sungguh Merupakan Ibadah 

Baca juga: Bupati Akmal Ibrahim Sebut Masalah Aset di Abdya Banyak yang Belum Tuntas

Baca juga: Bupati Akmal Ibrahim Kembali Rombak Pejabat Eselon II dan III, Sepuluh Jabatan Kepala Dinas Kosong

Saat itu, beritanya pernah diintervensi untuk diralat. Namun, tambah Akmal, wartawan tersebut meminta agar redaksinya tidak meralat beritanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved