Breaking News:

Berita Aceh Tengah

Dampak Penerapan PPKM Mikro, Banyak Warga Kota Takengon Pilih Tunda Pesta Pernikahan 

Selama pemberlakuan PPKM Mikro, warga Kabupaten Aceh Tengah dilarang untuk mengadakan pesta pernikahan yang bisa menimbulkan kerumunan masyarakat. 

Penulis: Mahyadi | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Aceh Tengah, dr Yunasri mengatakan, selama penerapan PPKM Mikro, warga dilarang mengadakan pesta pernikahan. 

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Seiring dengan adanya penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, sebagian warga di Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah menunda pelaksanaan hajatan pesta pernikahan

Pasalnya, selama pemberlakuan PPKM Mikro, warga Kabupaten Aceh Tengah dilarang untuk mengadakan pesta pernikahan yang bisa menimbulkan kerumunan masyarakat. 

Bahkan beberapa waktu lalu, beberapa kegiatan pesta pernikahan terpaksa dibubarkan oleh petugas lantaran memang untuk sementara dilarang digelar hajatan dengan melibatkan orang banyak yang bisa mengundang kerumunan. 

Salah seorang warga Takengon, Izal kepada Serambinews.com, Kamis (29/7/2021), menyebutkan, dampak pembatasan pesta pernikahan di masa PPKM Mikro, ada beberapa rekanya yang terpaksa menunda pesta pernikahan

“Ada empat orang teman saya yang harusnya menggelar pesta pernikahan di akhir bulan Agustus ini, tapi diundur sampai dengan bisa dilaksanakan pesta pernikahan,“ sebut Izal. 

Pengunduran jadwal pelaksanaan pesta pernikahan tersebut, terang dia, mengingat di masa PPKM tidak bisa digelar pesta. 

Baca juga: Sedang Ramai Soal Makan di Tempat 20 Menit Selama PPKM Level 4, Ini Kata Mendagri & Satgas Covid-19

Baca juga: Aceh Terapkan PPKM Mikro Sesuai Level Situasi Pandemi Covid-19

Baca juga: Jokowi Imbau Masyarakat Sebisa Mungkin Tak Makan di Tempat saat PPKM Dilonggarkan

“Pembatasan kegiatan masyarakat beberapa kali diperpanjang. Mudah-mudahan ke depan, tidak ada lagi perpanjangan sehingga bukan hanya pesta saja bisa dilaksakan, tetapi juga untuk aktivitas lainnya,” harap Izal. 

Kabupaten Aceh Tengah masuk dalam kategori PPKM Mikro berskala III, sehingga penerapan Protkes selama beberapa pekan terakhir dikerahkan. 

Bahkan, bukan hanya pesta pernikahan dilarang sementara, tetapi objek-objek wisata di Aceh Tengah ditutup total.

Para ASN 90 persen bekerja dari rumah, serta warung dan cafe dibatasi jam buka hanya sampai pukul 22.00 WIB.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Aceh Tengah, dr Yunasri mengatakan, secara umum Aceh Tengah masih berada di zona oranye.

Oleh sebab itu, aktivitas masyarakat yang bisa menimbulkan kerumunan ditunda untuk sementara waktu.

Baca juga: Penyekatan PPKM Mikro Mulai Berlaku, Masuk Bener Meriah Harus Perlihatkan Sertifikat Vaksin

Baca juga: Gelar Pesta Ultah Bareng Pacar saat PPKM, Artis Tiktok Juy Putri Dipanggil Polisi Jalani Pemeriksaan

Baca juga: Tempat Usaha dan Warung di Banda Aceh Diizinkan Buka Hingga Jam 10 Malam, Forkopimda Perpanjang PPKM

“Nanti, kalau kondisi daerah kita sudah berada di zona kuning atau hijau, baru bisa diadakan kegiatan seperti hajatan maupun pesta pernikahan,” papar dia.

“Makanya, mari sama-sama kita cegah penyebaran Covid-19 dengan menerapkan Protkes secara ketat sehingga kondisi seperti ini, bisa segera berakhir,” ajak Yunasri.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved