Breaking News:

Opini

Komunikasi Politik Sinovac-Moderna

Akhir 2019 ditemukan penyakit jenis flu, corona virus di Wuhan China. Penyakit menular mirip H1N1 dan SARS menjadi sorotan dunia

Editor: bakri
Komunikasi Politik Sinovac-Moderna
IST
Abdul Rani Usman,  Alumni Program Pendidikan Reguler Angkatan LVI, 2017 Lemhannas RI

Oleh  Abdul Rani Usman,  Alumni Program Pendidikan Reguler Angkatan LVI, 2017 Lemhannas RI

Akhir 2019 ditemukan penyakit jenis flu, corona virus di Wuhan China. Penyakit menular mirip H1N1 dan SARS menjadi sorotan dunia. China kususnya Wuhan berusaha mengunci wilayah sekaligus menciptakan vaksin yang disebut dengan Sinovac.

Kecurigaan negara maju pun terus terjadi seperti Amerikan Serikat. Presiden Trum pun menamakan penyakit ini flu Tiongkok. Pemerintah China tidak senang dengan menyebutkan namanya dengan flu Tiongkok. WHO pun memberikan nama Corona Virus atau Covid-19.

Dunia berlomba untuk membuat vaksin, seperti Amerika Serikat. Vaksin ciptaan Amerika pun masuk ke Indonesia. Fenomena vaksin menjadi ajang menjaring pengaruh di dunia global, terutama di Indonesia.

Persaingan global

Covid-19 menjadi penyakit global dianggap bahaya bagi masyarakat dunia. Banyak negara terpuruk ekonominya karena covid. Indonesia mencoba menangani penyakit menular ini dengan berbagai cara. Kecepatan Indonesia membeli vaksin Sinovac dari Tiongkok menjadi solusi aman dan nyaman bagi para pengambil kebijakan guna menghilangkan virus di negara tercinta ini. Banyak masyarakat belum begitu yakin terhadap vaksin Sinova, karena dianggap tidak aman dan halal.

Keengganan masyarakat terhadap vaksin menjadi tantangan bagi pemerintah dalam melaksanakan vaksin massal. Namun dengan kesabaran dan ketegasan pemerintah dalam vaksinasi tersebut berjalan lancar.

Kesadaran masyarakat terhadap vaksin belum maksimal karena ada masyarakat menerima informasi dari berita tidak akurat (hoax). Di tengah kegalauan masyarakat terhadap vaksin, Amerika Serikat mendonasikan vaksin secara bilateral kepada negara-negara sahabat, termasuk Indonesia.

Kiriman 3 juta vaksin Moderna segera datang ke Indonesia, kata Sung Y. Kim Duta Besar AS di Jakarta. Kim menyebutkan membangun dan memperkuat kemitraan strategis antara Amerika-Indonesia adalah salah satu prioritas terpenting bagi kami (Tempo, 19-25 Juli 2021).

Donasi vaksin AS kepada Indonesia memperkuat komunikasi politik bagi ke dua negara. Kekuatan AS di Asia pasifik khususnya di Indonesia menjadi penting bagi Amerika. Fenomena vaksin menjadi ajang pertarungan politik global sekaligus memperkuat kemitraan Indonesia-Amerika.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved