Breaking News:

Internasional

Pemuda Arab Saudi Mulai Tinggalkan Uang Tunai

Pemuda di Arab Saudi mulai meninggalkan Uang Tunai dibandingkan dengan kelompok usia lainnya. Hal itu sebuah tanda bahwa rencana Kerajaan untuk mencip

Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Petugas bank menghitung lembaran uang tunai di Arab Saudi. 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Pemuda di Arab Saudi mulai meninggalkan Uang Tunai dibandingkan dengan kelompok usia lainnya.

Hal itu sebuah tanda bahwa rencana Kerajaan untuk menciptakan masyarakat tanpa uang tunai sedang berjalan.

Dilansir ArabNews, Rabu (4/8/2021), hanya 18 persen warga Arab Saudi berusia antara 16 dan 22 tahun yang menggunakan uang tunai.

Namun, hampir setengah dari orang berusia 60 tahun ke atas menggunakan uang tunai hingga saat ini, menurut laporan Fintech Saudi.

Laporan tersebut juga menunjukkan 20 persen penduduk di wilayah tengah Arab Saudi.

Meliputi ibu kota Riyadh, menggunakan uang tunai dalam transaksi sehari-hari mereka.

Baca juga: Siswa Arab Saudi Hanya Diizinkan Masuk Sekolah Yang Telah Disuntik Vaksin Covid-19 Mulai 29 Agustus

Sementara 37 persen dari mereka yang tinggal di wilayah barat menggunakan uang kertas dalam transaksi sehari-hari.

Namun, mata uang kertas jauh dari kehancuran total.

Meskipun jumlah keseluruhan transaksi yang dilakukan dengan menggunakan uang tunai telah menurun.

Hasil survei Fintech Saudi menunjukkan sekitar 60 persen individu di seluruh Kerajaan masih mengandalkan uang kertas.

Setidaknya sekali seminggu dan satu dari empat orang di Saudi menggunakan uang tunai setiap hari.

Di bawah Visi Saudi 2030, Kerajaan bertujuan untuk meningkatkan jumlah transaksi non-tunai menjadi 70 persen pada tahun 2025.

Baca juga: Arab Saudi Ancam Denda Rp 1,9 Miliar, Warganya ke Negara Pandemi Covid-19

“Wabah Covid-19 telah menyebabkan percepatan aktivitas tanpa uang tunai dalam pembayaran," kata laporan itu.

Dilaporkan, uang digital meningkat sebesar 75 persen selama setahun terakhir.

Sedangkan penarikan tunai dari ATM dan titik pembayaran lainnya telah menurun 30 persen selama periode yang sama, ” tambah laporan itu.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved