Opini

Merdeka tetapi Menderita

Goenawan Mohammad pernah menulis tentang merdeka dalam catatan pinggir. Menurutnya, orang ingin merdeka karena tahu artinya tidak merdeka

Editor: bakri
IST
Zarkasyi Yusuf, ASN Pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh 

Dia meninggalkan wasiat untuk putranya, berupa nasihat yang tak mampu ditandingi satu pun ayat  dari filsafat Nasrani.”

Dua cacatan sejarah ini memberikan pemahaman bahwa pemimpin harus sederhana, dilarang gelamor dan berfoya-foya dengan fasilitas yang disedikan negara untuk dirinya. Pemimpin berfoya-foya pasti akan menutup mata melihat penderitaan dari rakyatnya, dirinya bahagia, dan rakyat menderita.

“Tuan orang yang sangat celaka walaupun Tuan Penguasa tujuh kota”, itulah ucapan Darwis saat bertamu ke istana Raja Ibrahim bin Adham.

Kedua, agar tidak menderita di bumi merdeka hal yang harus kita amalkan adalah menjaga persatuan dan kesatuan dengan menumbuhkan sikap nasionalisme. Salah seorang tokoh nasionalisme Republik ini adalah Haji Agus Salim (1884-1954), beliau berpendapat bahwa nasionalisme adalah menghargai persatuan dan persamaan agar saling bekerja bersama-sama dan tidak saling mempersalahkan (Buku Seratus Tahun Haji Agus Salim, 1984).

Menurut Haji Agus Salim, nasionalisme dilandaskan pada ibadah kepada Allah dengan landasan tulus dan ikhlas untuk mencari keridhaan Allah. Menurut beliau, nasionalisme didasarkan pada nilai -nilai tauhid bukan fanatisme buta dan cinta berlebihan, nasionalisme mengandung perasaan kemanusiaan, persaudaraan dan kemuliaan bangsa, nasionalisme harus tulus dan cernih dari kepentingan.

Saling menyalahkan sering dipertontonkan di Republik ini, baik dari kalangan orang cerdas sampai kalangan awam, dari pemimpin sampai rakyat jelata. Padahal, semua paham bahwa saling menyalahkan tidak akan pernah menyelesaikan persoalan, hanya menyisakan permusuhan dan berujung pada rusaknya persatuan.

Bagaimana mencari bahagia jika masih menyisakan permusuhan, masih menyisakan pertikaian dan konflik kepentingan yang tidak bertepi. Jika rasa persatuan dan nasionalisme ditanggalkan maka menderita di bumi merdeka adalah sebuah keniscayaan yang tidak dapat dielakkan.

Akhirnya, semua sependapat bahwa menderita harus diakhiri, penderitaan berkepanjangan dengan munculnya saling menyalahkan dan permusuhan bukan menjadi tujuan perjuangan kemerdekaan, merdeka itu untuk bahagia bukan untuk menderita.

Untuk itu, jangan menjadi pengkhianat di bumi merdeka apapun profesi kita, siapapun kita nasionalisme harus tumbuh dan mendarah daging dalam kehidupan kebangsaan, sebab nasional akan mengantarkan pada persatuan dan kesatuan. Ingat, kita hanya diminta mensyukuri nikmat kemerdekaan dengan menebar kebaikan dan menjaga persatuan dan kesatuan. Selamat Hari Merdeka.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved