Berita Pide
Angka Kematian Bayi di Kecamatan Pidie Tinggi, Kadiskes Turun ke Puskesmas Lakukan Ini
Kita jemput ibu hamil, lalu kami periksa kehamilan, pemeriksaan laboratorium, sosialisasi dan pemberian PMT,” ujar dr Yanti
Penulis: Nur Nihayati | Editor: Nur Nihayati
Selanjutnya dr Arika melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah ibu hamil yang berisiko tinggi dengan alat USG.
Diberitakan Serambinews.com edisi 6 Agustus 2021, kematian ibu hamil berusia 35 tahun tinggi di Pidie.
Data Dinas Kesehatan Pidie mencatat penyebab ibu hamil meninggal, faktornya banyak di antaranya masalah kesehatan.
Tahun 2020 jumlah ibu hamil meninggal 15 orang dan Juni 2021 meninggal 7 orang. Angka kematian bayi 2020 adalah 118 orang dan 2021 sebanyak 61 orang.
Kematian bayi setelah lahir tahun 2020 sebanyak 82 orang dan Juni 2021 sebanyak 31 orang.
Untuk menekan angka kematian ibu hamil dan bayi, Dinkes melakukan gerakan solidaritas kesehatan puskesmas bertajuk "Gerakan Solidaritas Peuremeun" mulai Agustus 2021.
Gerakan itu dengan cara promotif dan preventif. Selain itu, juga melakukan peningkatan kualitas mutu pelayanan dengan memberikan edukasi kesehatan untuk dokter, perawat, bidan dan masyarakat.(*)
Baca juga: Rentenir Masih Jadi Masalah, Dalam Penerapan Ekonomi Syariah di Aceh
Baca juga: FIF Grup Salur Bantuan Senilai Rp 39 Miliar, Selama Pandemi Covid-19
Baca juga: Contoh Soal Deret Angka Tes Intelegensi Umum (TIU) SKD CPNS 2021, Lengkap dengan Pembahasannya