Breaking News:

Berita Luar Negeri

12 Tentara AS Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri di Bandara Kabul Afghanistan

bom bunuh diri kembar di Kabul yang diklaim oleh Islamic State (ISIS) menewaskan 12 tentara Amerika Serikat dan melukai 15 lainnya

Editor: Muhammad Hadi
Twitter/AsvakaNews
Bom bunuh diri di bandara Kabul - Evakuasi korban ledakan di dekat Bandara Kabul, Afghanistan (26/8/2021) 

12 Tentara AS Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri di Bandara Kabul Afghanistan

SERAMBINEWS.COM - Sebuah serangan bom bunuh diri kembar di Kabul yang diklaim oleh Islamic State (ISIS) menewaskan 12 tentara Amerika Serikat dan melukai 15 lainnya pada Kamis (26/8/2021).

Seorang jenderal tinggi AS menambahkan, pasukan AS mengantisipasi lebih banyak serangan bahkan ketika evakuasi berlanjut dari Afghanistan.

Mengutip Reuters, Jumat (27/8/2021), serangan ini menandai korban militer AS pertama di Afghanistan sejak Februari 2020.

Ini juga merupakan insiden paling mematikan bagi pasukan Amerika di Afghanistan dalam satu dekade.

Baca juga: Lembah Panjshir Bakal Jadi Arena Perang, Taliban Kerahkan Pejuang Untuk Serang Pasukan Ahmad Massoud

Baca juga: ISIS Mulai Mengancam Bandara Kabul, Warga Afghanistan Diminta untuk Menjauh dari Bandara

Setidaknya dua ledakan menghancurkan kerumunan yang memadati gerbang Bandara Internasional Hamid Karzai untuk meninggalkan Afghanistan sejak Taliban merebut kekuasaan hampir dua pekan lalu.

Orang-orang berbondong-bondong meninggalkan Afghanistan menjelang tenggat waktu penarikan pasukan AS setelah dua dekade oleh Presiden AS Joe Biden pada 31 Agustus.

Detik-detik bom bunuh diri yang meledak di tengah kerumunan orang di Gerbang Abbey Bandara Kabul, Afghanistan, pada Kamis 26 Agustus 2021. Sebanyak 60 warga Afghanistan dan 13 marinir AS tewas dalam serangan bom bunuh diri ganda ini dan ISIS mengeluarkan pernyataan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas ledakan tersebut.
Detik-detik bom bunuh diri yang meledak di tengah kerumunan orang di Gerbang Abbey Bandara Kabul, Afghanistan, pada Kamis 26 Agustus 2021. Sebanyak 60 warga Afghanistan dan 13 marinir AS tewas dalam serangan bom bunuh diri ganda ini dan ISIS mengeluarkan pernyataan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas ledakan tersebut. ((TWITTER @awvais))

Dalam sebuah pernyataan, ISIS mengaku bertanggung jawab dan mengatakan salah satu pelaku bom bunuh diri menargetkan "penerjemah dan kolaborator dengan tentara Amerika."

Jenderal Korps Marinir Frank McKenzie, kepala Komando Pusat militer AS, mengatakan dalam jumpa pers bahwa ledakan itu diikuti dengan baku tembak.

Baca juga: Bom Bunuh Diri Hantam Kerumunan Warga di Gerbang Bandara Kabul, Puluhan Orang Tewas dan Terluka

McKenzie mengatakan ancaman dari ISIS tetap ada di samping "aliran ancaman aktif lainnya."

"Kami percaya itu adalah keinginan mereka untuk melanjutkan serangan ini dan kami berharap serangan itu berlanjut - dan kami melakukan segala yang kami bisa untuk bersiap," kata McKenzie.

McKenzie menambahkan, potensi serangan di masa depan dapat mencakup roket yang ditembakkan ke bandara atau bom mobil yang mencoba masuk.

McKenzie mengatakan dia tidak melihat apa pun yang akan meyakinkannya bahwa pasukan Taliban telah membiarkan serangan itu terjadi.

Para pejabat AS mengatakan satu bom diledakkan di dekat Gerbang Biara bandara dan yang lainnya dekat dengan Hotel Baron di dekatnya.

Baca juga: Joe Biden Murka, Bersumpah Akan Buru Dalang Bom Bunuh Diri Kabul Afghanistan

Halaman
123
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved