Jumat, 1 Mei 2026

Bom Kabul

VIDEO - Pernyataan Pers Presiden AS Joe Biden Terkait Peristiwa Bom Kabul

“Kami akan memburu Anda dan membuat Anda membayar,” kata Biden dalam pidato Gedung Putih, menyebut para anggota militer yang tewas itu “pahlawan yang

Tayang:
Penulis: Syukrillah Al-Amin | Editor: Zaenal

SERAMBINEWS.COM, KABUL - “Kami akan memburu Anda dan membuat Anda membayar,” kata Biden dalam pidato Gedung Putih, menyebut para anggota militer yang tewas itu “pahlawan yang telah terlibat dalam misi berbahaya tanpa pamrih untuk menyelamatkan nyawa orang lain.”

Demikian pernyataan Joe Biden Presiden Amerika Serikat dalam jumpa pers di Gedung Putih,  Jumat (27/8/2021) tadi.

Dalam rilis yang dikeluarkan oleh juru bicara Korps Marinir Mayor Jim Stenger menyebutkan 10 personil Marinir tewas dalam ledakan tersebut.

Baca juga: Ayah Paksa Anak Balita Merokok, Untuk Ancam Istri yang Tolak Rujuk, Kesal Usai Diceraikan

Sebelumnya, pihak ISIS-Khorasan (ISISK) yang bergerak di wilayah Afghanistan dan Pakistan telah mengeluarkan pernyataan dengan mengklaim mereka bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri tersebut.

Seperti dikutip dari Washington Post, sejumlah analis teroris menilai bahwa kelompok ISIS ini telah melihat mereka, Taliban dan AS adalah musuh mereka.

Baca juga: GeRAK dan LP2im Dorong Ditreskrimsus Polda Aceh Tuntaskan Kasus Bronjong Ambruk di Aceh Tenggara

Dan para analis juga menyebutkan telah berulang kali memberi peringatan terkait adanya gerakan militan ISIS di Afghanistan.

Akhirnya, pada hari Kamis di Kabul, prediksi itu terwujud yang menewaskan 13 anggota militer AS dan puluhan warga Afghanistan dalam serangan di luar bandara.

Serangan tersebut, juga dinilai sejumlah pengamat kepada Amerika dan Taliban bahwa, tidak peduli siapa yang berada di istana kepresidenan, Afghanistan akan tetap diperebutkan oleh afiliasi ISIS, yang juga dikenal sebagai ISIS-K atau disingkat ISK.

Baca juga: Calon Pengganti Cristiano Ronaldo di Juventus, Dari Mauro Icardi, Gabriel Jesus hingga Moise Kean

Sebelumnya, diwartakan oleh Tribunnews.com telah terjadi dua ledakan di dekat bandara Kabul yang menewaskan sekira 60 warga Afghanistan dan 13 tentara Amerika Serikat (AS) pada Kamis (26/8/2021).

Dalam laporan Associated Press, berdasarkan informasi dari pejabat Afghanistan yang tidak ingin disebutkan mengatakan, selain 60 warga Afghanistan yang tewas, 143 lainnya dilaporkan luka-luka.

Jendral Frank McKenzie, Panglima Komando Pusat Militer Amerika mengatakan 13 tentara Amerika tewas.

Baca juga: Calon Pengganti Cristiano Ronaldo di Juventus, Dari Mauro Icardi, Gabriel Jesus hingga Moise Kean

Mereka yang tewas terdiri dari 11 marinir dan 1 personil urusan medis Angkatan Laut. Lima belas lainnya dilaporkan luka-luka.

“Kami bekerja keras untuk menentukan tindakan, untuk menentukan siapa yang terkait serangan pengecut ini,” kata Mckenzie, dikutip dari Associated Press, Jumat (27/8/2021).

“Kami siap mengambil tindakan terhadap mereka,” lanjutnya.

Baca juga: Terungkap Penyebab 3 Harimau Mati di Meukek Aceh Selatan, Ini Hasil Nekropsi BKSDA Aceh & Olah TKP

Menurutnya jumlah korban bisa saja bertambah, karena pihaknya masih melakukan pendataan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved