Kesehatan
Termasuk Karena Kopi, Ini 5 Faktor Penyebab Badan Tiba Tiba Bergetar, Lelah dan Lemas
Sementara itu, menurut American Psychological Association, kafein tidak hanya meningkatkan stimulasi mental, tetapi juga dapat meningkatkan tekanan da
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Zaenal
Kondisi ini menunjukkan bahwa jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak menentu.
Detak jantung yang tidak normal membuat jantung tidak dapat memompa darah secara efektif.
Sehingga dapat menyebabkan kelemahan dan kelelahan.
Tetapi tidak perlu khawatir, menurut American Heart Association (AHA), aritmia disebut tidak berbahaya atau mengancam jiwa.
- Tremor
Tremor melibatkan kontraksi otot yang berirama dan tidak disengaja yang menyebabkan gemetar di satu atau lebih bagian tubuh.
Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke, kondisi ini biasanya paling sering mempengaruhi bagian tangan.
Tetapi bisa juga mempengaruhi bagian tubuh lain seperti kaki, lengan, batang tubuh, atau kepala.
Tremor dapat terjadi pada semua usia, tetapi cenderung lebih sering menyerang orang dewasa paruh baya dan lebih tua.
- Sindrom kelelahan kronis
Sindrom kelelahan kronis adalah kondisi serius jangka panjang yang melibatkan banyak sistem tubuh.
Gejalanya meliputi kelelahan parah, masalah tidur, dan kesulitan berpikir.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), orang dengan kondisi ini sering tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari.
- Penyakit Parkinson
Penyakit Parkinson adalah kondisi otak yang menyebabkan gemetar, kaku, dan masalah keseimbangan.
National Institute on Aging (NIA) menyebutkan, gejalanya dimulai secara bertahap dan memburuk seiring waktu.
Seiring perkembangannya, individu mungkin mengalami kelelahan, kehilangan ingatan, dan depresi.
NIA mengatakan, bahwa kondisi tersebut mempengaruhi 50% lebih banyak pria daripada wanita.
Pengobatan rumahan
Merasa lemah, gemetar, dan lelah mungkin disebabkan oleh sejumlah kondisi atau faktor lainnya.
Beberapa penyebab mungkin mudah diobati.
Misalnya, karena terlalu banyak kafein terkadang dapat menyebabkan efek ini, seseorang mungkin ingin mengurangi asupan minuman berkafein untuk melihat apakah itu membantu mengurangi gejalanya.
Dehidrasi adalah kondisi lain yang dapat ditangani dengan mudah oleh seseorang.
American Heart Association (AHA) menjelaskan bahwa cara termudah bagi seseorang untuk mengetahui apakah mereka mendapatkan cukup cairan adalah untuk melihat urin mereka.
Jika pucat dan jernih, mereka mungkin tidak mengalami dehidrasi.
Di sisi lain, jika urin berwarna gelap, itu mungkin merupakan tanda bahwa mereka perlu meningkatkan asupan cairan.
AHA mencatat bahwa air adalah minuman paling sehat untuk rehidrasi.
Cara lain untuk mengurangi kelelahan dan kelemahan adalah dengan makan makanan yang bergizi.
Ini dapat meningkatkan energi, meningkatkan kesehatan umum, dan mengurangi risiko mengembangkan kondisi medis yang serius, menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases.
Aktivitas fisik juga menawarkan manfaat kesehatan yang sangat baik dan dapat membantu seseorang merasa lebih kuat.
Orang harus mencoba berolahraga dengan intensitas sedang selama 150 menit per minggu.
Namun, seseorang harus selalu memeriksakan diri ke dokter sebelum memulai program olahraga apa pun. (Serambinews.com/Yeni Hardika)