Sabtu, 2 Mei 2026

Jurnalisme Warga

Melukis Asa di Balik Dinding Pesantren

Dayah, yakni suatu lembaga pendidikan Islam yang terdiri atas bangunan, balai-balai, dan bersistem asrama

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
MIZAITURRAHMI, putri asal Cot Lheue Rheng, Trienggadeng dan Mahasiswi STIS Ummul Ayman, melaporkan dari Dayah Ummul Ayman, Samalanga, Bireuen 

Terlepas siapa yang berpendapat dan apa latar belakangnya, yang terpenting adalah pandangan positif yang ia berikan bagi ilmu pengetahuan. Manusia tak akan pernah puas akan ilmu jika ia menyadari betapa bodoh dirinya.

Virus negatif kebodohan semakin lama akan terkikis oleh kemauannya yang selalu mau belajar.

Maka senada dengan inilah, kita diperintahkan menuntut ilmu mulai dari buaian hingga ke liang lahad.

Hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah kesuksesan dalam menuntut ilmu tidak dipengaruhi oleh status ekonomi seorang santri. Dalam arti lain, menuntut ilmu bukan tentang siapa yang akan kaya dan miskin.

Akan tetapi, siapa yang lebih lama mempertahankan (istiqamah) dan bersungguh-sungguh ketika menuntutnya.

Mengasah Nalar

‘Siapa yang bersungguh-sungguh pasti dapat ia.’ Pepatah ini yang selalu menjadi penyemangat saya dalam belajar.

Saat ini saya mendalami ilmu literasi (tulis-menulis).

Sebagai seorang mahasantriwati dan mahasiswi di STIS, tentu tak lepas dari yang namanya menulis.

Kuliah dan menulis merupakan dua hal yang tak bisa dipisahkan.

Hobi menulis saya sebenarnya sudah terasah mulai saya di jenjang SMP.

Ketika itu, saya paling suka jika guru-guru sekolah meminta kami untuk membuat karangan.

Bagi saya, menulis awalnya adalah menulis. Tidak harus banyak teori.

Semangat literasi semakin memuncak ketika saya masuk di STIS.

Di awal pengenalan kampus, seperti mahasiswi-mahasiswi di universitas lainnya juga, kami di STIS juga ada Ospek.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved