Sabtu, 2 Mei 2026

Jurnalisme Warga

Melukis Asa di Balik Dinding Pesantren

Dayah, yakni suatu lembaga pendidikan Islam yang terdiri atas bangunan, balai-balai, dan bersistem asrama

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
MIZAITURRAHMI, putri asal Cot Lheue Rheng, Trienggadeng dan Mahasiswi STIS Ummul Ayman, melaporkan dari Dayah Ummul Ayman, Samalanga, Bireuen 

Salah satu yang tertantang ketika itu adalah diadakannya sayembara menulis karya ilmiah.

Betapa terkejutnya saya ketika di hari pengumuman, karya tulis saya bertengger di posisi teratas sebagai juara pertama.

Bahagianya bukan kepalang.

Tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Meski hanya suka mencorat-coret, tapi tak pernah mempredeksi diri akan keluar sebagai juara.

Tapi saya yakin itulah berkat kegigihan dan kemauan keras saya untuk sukses dalam dunia menulis.

Lagi-lagi man jadda wajada.

Tak sekadar sampai di situ, saya semakin menarik untuk memasuki lebih dalam di dunia menulis.

Melalui media sosial, saya mengikuti berbagai even menulis, baik yang berupa puisi maupun cerita pendek (cerpen) maupun kisah-kisah inspiratif.

Syukur kepada Allah, Allah tidak mengkhianati usaha hambaNya.

Salah satu karya saya terpilih dan dibukukan dalam buku antologi, saya sebut saja namanya ‘Pengalaman Hidup, the Best of Motivator’.

Coretan saya yang berjudul ‘Masa Depan, Skenario Tuhan’ itu bersanding dengan 36 penulis lainnya.

Dari pengalaman ini, bisa saya simpulkan bahwa kesuksesan seseorang dalam menuntut ilmu tak dipengaruhi di instansi mana ia belajar.

Namun, metode dan kesungguhannyalah yang menjadi penyebab seseorang sukses atau tidak.

Saya selalu berpegang bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan kesungguhan hamba-Nya.

Gelar santri bukan  disandang hanya karena tempat semata ia menuntut, melainkan merupakan karakter yang selalu melekat.

Apa pun profesi yang ia geluti, nilai-nilai kesantrian itu akan terbawa searus dengan kehidupan.

Banyak kaum santri yang sudah berhasil.

Mereka membuktikan bahwa santri tidak ketinggalan zaman, santri punya masa depan baik duniawi maupun ukhrawi.

Syedara lon, bukankah masa depan yang hakiki itu adalah kehidupan di akhirat nanti?

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved