Breaking News:

Berita Aceh Singkil

Selesaikan Perkara Lewat Restorative Justice, Tersangka Bersedia Berikan Uang Rp 300 Ribu Per Bulan

Dalam proses perdamaian disepakati, penyerahan tanah kepada korban dan pemberian uang Rp 300 ribu setiap bulannya kepada anak korban. 

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Kajari Aceh Singkil, Muhammad Husaini. 

Dalam proses perdamaian disepakati, penyerahan tanah kepada korban dan pemberian uang Rp 300 ribu setiap bulannya kepada anak korban. 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Singkil, sukses selesaikan perkara pidana melalui pendekatan keadilan restoratif (restorative justice).

Setelah kedua belah pihak yang berperkara, dipertemukan dan sepakat berdamai.

Perkara pidana yang diselesaikan melalui keadilan restoratif adalah penelantaran dalam rumah tangga dengan tersangka Supriadi Pohan (30) penduduk Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah. 

Sedangkan korbannya, Zuraidah yang merupakan istrinya dari Supriadi serta dua anak korban. 

Dalam proses perdamaian disepakati, penyerahan tanah kepada korban dan pemberian uang Rp 300 ribu setiap bulannya kepada anak korban. 

"Saat ekspos proses perdamaian dihadiri tersangka dan korban," kata Kajari Aceh Singkil, Muhammad Husain, Selasa (14/9/2021). 

Baca juga: Film Tjoet Nja Dhien Hasil Restorasi di Belanda Kembali Diputar di Bioskop

Penyelesaian perkara sesuai Peraturan Jaksa Agung  (Perja) Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif, itu merupakan yang pertama di Aceh tahun 2021. 

Lantaran diselesaikan melalui pendekatan keadilan restoratif, maka Kejari Aceh Singkil, menetapkan pemberhentian penuntutan kepada tersangka Supriadi, Senin (13/9/2021)

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved