Breaking News:

PPKM Mikro

Jumlah Posko PPKM Mikro di Desa Terus Bertambah, Kemendagri Lakukan Penguatan Peranan Posko

Hingga 24 September 2021, tercatat jumlah Posko PPKM mencapai 55.942. Bila dibandingkan dengan data sehari sebelumnya, dilaporkan terdapat 55.908 posk

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri Yusharto Huntoyungo 

Laporan Fikar W Eda I Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagari) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) terus berupaya mendorong dan memfasilitasi pemerintah desa dalam membentuk Posko PPKM Mikro di desa.

Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pemdes Yusharto Huntoyungo, semakin hari semakin meningkat jumlah desa yang melaporkan pembentukan Posko PPKM.

Hingga 24 September 2021, tercatat jumlah Posko PPKM mencapai 55.942. Bila dibandingkan dengan data sehari sebelumnya, dilaporkan terdapat 55.908 posko desa.

Artinya, terjadi penambahan sebanyak 34 posko dalam rentang waktu satu hari.

“Dengan demikian posko PPKM telah terbentuk sebesar 74,63% dari jumlah desa 74.961 desa. Di tengah tekanan dan pembatasan yang sangat berat dirasakan pemerintah desa saat ini, penambahan jumlah Posko PPKM sangat bermakna dan patut mendapatkan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya,” kata Yusharto.

Baca juga: Korban Tusuk di Uteun Gathom Tinggalkan 3 Anak dan Seorang Istri, Ini Pengakuan Warga tentang Pelaku

Melalui tim koordinasi yang dibentuk Ditjen Bina Pemdes, juga diamati fungsi yang dilaksanakan oleh Posko PPKM, yang meliputi pencegahan dengan beragam kegiatan, di antaranya: pemberian penyuluhan, edukasi dan sosialisasi secara intens kepada masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Bahkan, saat ini Posko-Posko PPKM tersebut sedang gencar pula melakukan kampanye kepada masyarakat tentang pentingnya mengikuti vaksinasi.

Adapun fungsi berikutnya dari Posko PPKM yaitu berkaitan dengan aspek penanganan.

Terkait hal ini terdapat berbagai kegiatan yang dijalankan, di antaranya pendataan warga yang terinfeksi, memfasilitasi warga yang sedang melakukan isolasi mandiri, hingga penyediaan tempat isolasi terpusat (Isoter) di tingkat desa yang menjadi tempat perawatan sementara.

Baca juga: Korban Apresiasi Polres Bener Meriah Ungkap Kasus Curanmor Terbesar, BB Sembilan Sepmor, Enam Mobil

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved