Internasional

WHO Dukung Vaksin Malaria Pertama di Dunia, Sebagai Momen Bersejarah

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengesahkan vaksin malaria pertama di dunia. WHO mengatakan harus diberikan kepada anak-anak di seluruh Afrika

Editor: M Nur Pakar
AP/Karel Prinsloo/File
Seorang ibu menggendong bayinya yang menerima vaksin malaria baru sebagai bagian dari percobaan di Pusat Penelitian Proyek Walter Reed di Kombewa, Kenya Barat pada 30 Oktober 2009. 

“Untuk orang yang tidak tinggal di negara malaria, pengurangan 30% mungkin tidak terdengar banyak," jelasnya.

Namun, katanya, bagi orang-orang yang tinggal di daerah itu, malaria adalah salah satu perhatian utama mereka.

“Pengurangan 30% akan menyelamatkan banyak nyawa dan mencegah seorang ibu membawa anak-anak ke pusat kesehatan dan membanjiri sistem kesehatan,” tambahnya.

Panduan WHO diharapkan akan menjadi langkah pertama untuk membuat vaksin malaria yang lebih baik, katanya.

Upaya memproduksi vaksin malaria generasi kedua mungkin didorong oleh teknologi messenger RNA.

Baca juga: Mengerikan, 21 Petugas WHO Terlibat Aksi Pelecehan Seksual Saat Tangani Wabah Ebola di Kongo

Telah digunakan untuk membuat dua vaksin Covid-19 yang paling sukses, yaitu Pfizer-BioNTech dan Moderna, tambahnya.

“Kami telah melihat tingkat antibodi yang jauh lebih tinggi dari vaksin mRNA, dan mereka juga dapat diadaptasi dengan sangat cepat,” kata Ghani.

Dia mencatat BioNTech baru-baru ini mengatakan akan mulai meneliti kemungkinan suntikan malaria.

“Tidak mungkin untuk mengatakan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi vaksin malaria, tetapi kami jelas membutuhkan opsi baru untuk melawannya," harapnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved