Breaking News:

Opini

Nilai Edukasi Maulid Nabi Muhammad SAW

Umat Muslim di seluruh dunia mengadakan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW pada Rabi‘ul Awwal setiap tahun

Editor: bakri
Nilai Edukasi Maulid Nabi Muhammad SAW
IST
Dr. Murni, S.Pd,I., M.Pd, Wakil Ketua III STAI Tgk. Chik Pante Kulu

Oleh Dr. Murni, S.Pd,I., M.Pd, Wakil Ketua III STAI Tgk. Chik Pante Kulu

Umat Muslim di seluruh dunia mengadakan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW pada Rabi‘ul Awwal  setiap tahun. Di Aceh, dalam memperingati maulid Nabi diadakan dengan suka cita. Bisa kita lihat betapa masyarakat saat mempersiapkan hidangan untuk dimakan bersama yang disebut kanduri Maulöd (kenduri maulid). Kenduri mauled yang diselenggarakan masyarakat Aceh merupakan suatu keharusan.

Maksud penyelenggaraan kenduri maulid untuk memperingati kelahiran Pang Ulée (penghulu alam) Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa umat manusia dari alam kebodohan ke alam berilmu pengetahuan (Rusdi Sufi, 2004: 85-86).

Dahulu masyarakat Aceh melaksanakan maulöd dalam tiga tingkatan, yaitu (Soelaiman, 2011: 166): Di tingkat meunasah atau gampong dilaksanakan kenduri mauled pada Rabiul Awwal disebut maulöd awai (maulid awwal) dimulai dari tanggal 12 Rabi‘ul Awwal  sampai berakhir bulan Rabi‘ul Awwal . Di tingkat kemukimam kenduri maulid dilaksanakan pada bulan Rabi‘ul Akhir disebut maulöd teungoh (mauled tengah), dimulai dari tanggal 1 bulan Rabi‘ul Akhir sampai berakhirnya bulan.

Selanjutnya, di rumah ulée balang (keturunan raja) kenduri maulid dilaksanakan pada bulan Jumadil Awwal disebut maulöd akhé (maulid akhir) dan dirayakan sepanjang bulan Jumadil Akhir. Pada kesempatan itu raja atau ulee balang makan kenduri bersama dengan masyarakat.

Betapa berat perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyeru umat manusia keseluruhannya dan mengajak mereka untuk menerima kekuasaan Allah SWT tanpa menyekutukan-Nya dalam bentuk apapun. Saat berdakwah, Rasulullah kerap dilempari kotoran, diludahi, diboikot, dilempari batu bertubi-tubi hingga kakinya berdarah, dihina, dituduh gila, dicaci maki, diancam pembunuhan, dsb, tapi beliau tetap bersabar.

Lalu Allah memerintahkan Rasulullah untuk hijrah dari Makkah menuju Madinah yang jauhnya mencapai kurang lebih 490 Km. Tanggal 27 Safar /12 September 622 M, di tengah kegelapan malam, Rasulullah keluar dari rumah sahabatnya Abu Bakar. Bersama Abu Bakar, mereka berjalan dengan ujung jari-jari kaki agar tidak meninggalkan jejak yang dapat ditelusuri saat menuju Gua Thur. Beristirahat selama 3 hari 3 malam di dalam Gua yang penuh risiko.

Kafir Quraish hampir saja menemui mereka. Allah Maha penolong. Perjalanan dari Makkah ke Madinah dengan menunggangi Onta. Selain jauh, beliau harus melewati padang pasir, gunung terjal bebatuan yang panas terbakar sinar matahari. Ketika malam tiba, berjalan dalam kegelapan dengan cuaca dingin, sedangkan di siang hari udara sangat panas.

Perjalanan Rasulullah ternyata diperberat lagi dengan adanya orang-orang kafir yang mengejar dengan maksud ingin membunuhnya. Maka sangat wajar kita menitikkan air mata dalam mengenang perjalanan sejarah Rasulullah. Betapa berat dan berisiko tinggi yang harus ditanggung beliau tatkala memperjuangkan Islam dan rela meninggalkan tempat tinggalnya.

Sehingga Allah memberi gelar istimewa kepada beliau yaitu Ulul ‘Azmi (ketabahan dan kesabaran Rasul yang banyak mengalami berbagai cobaan dan penderitaan ketika menyampaikan ajaran Allah).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved