Opini
Nilai Edukasi Maulid Nabi Muhammad SAW
Umat Muslim di seluruh dunia mengadakan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW pada Rabi‘ul Awwal setiap tahun
Ada beberapa nilai edukasi yang terkandung dalam memperingati maulid Nabi Muhammad SAW di antaranya: 1). Ketaatan kepada Allah. Dalam arti bahwa, mengikuti dan mencintai Rasulullah merupakan perintah Allah SWT yang harus ditaati. 2), Kecintaan kepada Rasulullah. Setiap umat Muslim harus mampu menumbuhkan dan menambah rasa cinta pada Rasulullah dengan memperingati maulid. Luapan kegembiraan terhadap kelahiran Rasulullah merupakan bentuk cerminan rasa cinta dan penghormatannya terhadap beliau pembawa rahmat bagi semesta alam.
Allah berfirman, “dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al Anbiyaa 39; [21]: 107).
3). Perintah bershalawat untuk Nabi. Dalam peringatan maulid pasti dikumandangkan ucapan-ucapan shalawat dan salam bagi junjungan kita Nabi Muhammad. Sebagaimana Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. al-Ahzab [33]: 56).
4). Nilai Moral. Moral adalah nilai yang dipetik dengan menyimak akhlak terpuji dan nasab mulia dalam kisah teladan Rasulullah, mempraktikkan sifat-sifat terpuji yang bersumber dari Rasulullah adalah salah satu tujuan dari diutusnya Rasulullah. Dalam peringatan maulid juga bisa mendapat nasihat dan pengarahan dari ulama agar selalu berada dalam tuntunan dan bimbingan agama.
5). Keikhlasan. Pengorbanan baik harta, tenaga dan waktu pada saat mempersiapkan acara memperingati maulid adalah bentuk keikhlasan. 6). Sebagai upaya untuk menjalin tali silaturahmi. Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya, dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menghubungkan tali silaturahmi.” (HR. Muttafaqun ‘alaih).
Memuliakan undangan yang hadir dari masing-masing meunasah, gampong dan kemukiman serta memberikan jamuan makanan kepada para tamu adalah bentuk terjalinnya tali silaturahmi dan, 7). Memberi makan, menyantuni fakir miskin dan anak yatim saat kenduri maulid termasuk golongan beriman kepada Allah.
Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin Yaa Rabbal’alamin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dr-murni-spdimpd-dosen-fakultas-tarbiyah-dan-keguruan-uin-ar-araniry-banda-aceh.jpg)