Kupi Beungoh
Wahai Muslimah Kalian Adalah "MARYAM MASA KINI"
Maryam adalah seorang yang sangat menjaga diri, sangat menjaga kesuciannya. Sebagaimana Allah sebutkan dalam Al Qur'an ayat berikut ini
Oleh: Ainal Mardhiah, S.Ag. M.Ag*)
Kisah maryam, terjadi jauh sebelum Al Qur'an diturunkan. Lalu kemudian kisah disebut diabadikan dalam Al-Qur'an, dalam banyak ayat dan dalam satu surat yang bernama Surat Maryam
Al-Qur'an, Allah turunkan, sebagai media Allah berbicara dengan manusia, lewat Al-Qur'an itulah kita berkomunikasi dengan Allah sang pencipta.
Setiap ayat dalam Al Qur'an, itu maknanya bahwa Allah sedang berbicara kepada kita, mengingatkan kita akan berbagai hal, baik perihal kehidupan dunia maupun urusan akhirat.
Ketika kita membaca Surat Maryam itu maknanya Allah SWT mau katakan pada kita semua umat Islam terutama yang muslimahnya bahwa:
"Wahai Muslimah Kalian adalah MARYAM MASA KINI", dengan itu Allah meminta Rasul dan setiap muslim muslimah belajar dari seorang Maryam. Ada beberapa pelajaran dapat kita ambil dari seorang Maryam antara lain:
A. Maryam Wanita Yang Sangat Menjaga Kesuciannya.
Maryam adalah seorang yang sangat menjaga diri, sangat menjaga kesuciannya. Sebagaimana Allah sebutkan dalam Al Qur'an ayat berikut ini
"Maryam berkata : bagaimana mungkin aku memiliki seorang anak laki laki padahal tidak ada laki laki yang pernah menyentuhku”. (QS Maryam : 20)"
Baca juga: PERBEDAAN MAZHAB DALAM ISLAM; Untuk Mempermudah Bukan Untuk Memecah Belah
Bagaimana cara menjaga diri, Allah sebutkan dalam ayat yang lain:
1. Menundukkan atau Menjaga Pandangan.
"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya ...(QS. An Nur : 31)
”Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,'Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.'” (QS. An-Nur [24] : 30
Sebab pandangan akan melahirkan lintasan dalam benak, kemudian lintasan itu akan melahirkan pikiran. Pikiran inilah yang melahirkan syahwat, dan dari syahwat itu timbullah keinginan yang pada akhirnya mewujud pada tindakan nyata.
2. Menutup aurat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ainal-mardhiah-dosen-uin-3.jpg)