Selasa, 5 Mei 2026

Kupi Beungoh

Wahai Muslimah Kalian Adalah "MARYAM MASA KINI"

Maryam adalah seorang yang sangat menjaga diri, sangat menjaga kesuciannya. Sebagaimana Allah sebutkan dalam Al Qur'an ayat berikut ini

Tayang:
Editor: Amirullah
IST
Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag, Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh. 

Oleh: Ainal Mardhiah, S.Ag. M.Ag*)

Kisah maryam, terjadi jauh sebelum Al Qur'an diturunkan. Lalu kemudian kisah disebut diabadikan dalam Al-Qur'an, dalam banyak ayat dan dalam satu surat yang bernama Surat Maryam

Al-Qur'an, Allah turunkan, sebagai media Allah berbicara dengan  manusia,  lewat Al-Qur'an itulah kita berkomunikasi  dengan Allah sang pencipta.

Setiap ayat dalam Al Qur'an,  itu maknanya bahwa Allah sedang  berbicara  kepada kita, mengingatkan kita akan berbagai hal, baik perihal kehidupan dunia maupun urusan akhirat.

Ketika kita membaca Surat Maryam itu maknanya Allah SWT mau katakan pada kita semua umat Islam terutama yang muslimahnya bahwa:

"Wahai Muslimah Kalian adalah MARYAM MASA KINI", dengan  itu  Allah meminta Rasul dan setiap muslim muslimah belajar dari seorang Maryam. Ada beberapa pelajaran dapat kita ambil dari seorang Maryam antara lain:

A. Maryam Wanita Yang Sangat Menjaga Kesuciannya.

Maryam adalah seorang yang sangat menjaga diri, sangat menjaga kesuciannya. Sebagaimana Allah sebutkan dalam Al Qur'an ayat berikut ini

"Maryam berkata : bagaimana mungkin aku memiliki seorang anak laki laki padahal tidak ada laki laki yang pernah menyentuhku”. (QS Maryam : 20)"

Baca juga: PERBEDAAN MAZHAB DALAM ISLAM; Untuk Mempermudah Bukan Untuk Memecah Belah

Bagaimana cara menjaga diri,  Allah sebutkan dalam ayat yang lain:

1. Menundukkan atau Menjaga Pandangan.

"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya ...(QS. An Nur : 31)

”Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,'Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.'” (QS. An-Nur [24] : 30

Sebab pandangan akan melahirkan lintasan dalam benak, kemudian lintasan itu akan melahirkan pikiran. Pikiran inilah yang melahirkan syahwat, dan dari syahwat itu timbullah keinginan yang pada akhirnya mewujud pada tindakan nyata.

 2. Menutup aurat.

"...dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan..." (QS. An Nur : 31).

Dengan demikian,  seorang muslim dan muslimah wajib menutup aurat. Bagi yang muslim wajib menutup aurat dari atas pusat sampai ke bawah  lutut. Sedangkan syarat menutup aurat bagi seorang wanita Islam adalah:

* Menutup seluruh tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangannya.

Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita, apabila telah baligh (mengalami haid), tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini (seraya menunjuk muka dan telapak tangannya). (HR Abu Dawud).

* Pakaiannya tidak boleh tipis atau tembus pandang.

"Asma' binti Abu Bakar pernah menemui Rasulullah SAW dengan memakai pakaian yang tipis. Maka Rasulullah SAw berpaling darinya dan bersabda, "Wahai Asma', sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haidh (sudah baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini", beliau menunjuk wajahnya dan kedua telapak tangannya. (HR Abu Daud).

* Tidak ketat atau menbungkus.

"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". (QS Al-Ahzab : 59)

* Di tutup di hadapan semua laki-laki yang boleh dinikahi.

“Dan janganlah mereka (para perempuan) menampakan perhiasan mereka kecuali apa yang Nampak darinya.” (Qs. An-Nur:31)

Baca juga: Islam Mengajarkan Cognitive Flexibility; Agar Dapat Menghadapi Perubahan Zaman dan Keadaan

3. Jangan Genit (Menggoda).

"...Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan." (QS. An Nur: 31).

Menggoda itu bisa dengan sikap,  gerak gerak, bisa dengan kata-kata yang sengaja dibuat,  sengaja di lembut lembutkan,  dibuat lirih,  beralun, mengada ngada. Dan itu  dilarang,  karena bisa menimbulkan fitnah, tertarik, tergoda, bernafsu lelaki yang ada penyakit dalam hatinya,  kecuali kepada suami atau pasangan masing masing.

4. Tidak Duduk  Berdua (menyepi) Dengan Bukan Muhrim.

Sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut ini:

Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah ia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa ada muhrim wanita tersebut,  karena syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua. " ( HR. Ahmad).

Dari hadis tersebut dilarang seorang muslim duduk berdua saja dengan yang bukan muhrim karena ada syaitan yang ke 3 yang akan menggoda untuk berbuat maksiat nantinya.

Duduk berdua yang bukan muhrim,  dalam zaman modern bisa dimaknai, tidak hanya duduk di satu tempat yang sepi berdua saja tanpa orang lain. Namun bisa juga bermakna duduk  sendiri tempat rame rame seperti warung kopi, kafe, pasar, kantor,  mesjid, dan tempat rame lainnya, lalu dengan menggunakan media digital (handphone,  loptap dan lainnya)  melakukan komunikasi dengan lawan jenis yang bukan muhrim, membicarakan hal hal diluar pekerjaan,  membicarakan tentang hal yang bisa menimbulkan hasrat, syahwat, apalagi bisa menimbulkan zina atau keinginan terhadap yang lainnya,  Kecuali berencana menikahinya, Itu sama makna nya yang disebut dalam hadis di atas tentang dilarangnya  berkhalwat yang bukan muhrim.

Baca juga: MENGHADAPI ERA INDUSTRI 4.0; Ketika Fungsi Manusia Di Gantikan Robot atau Digital

B. Maryam wanita Shalehah Rajin Beribadah.

Sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut ini, bahwa Maryam seorang wanita yang sangat rajin beribadah,  selalu berada di mihrabnya, untuk beribadah kepada Allah SWT:

''Setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakaria berkata, 'Wahai Maryam, dari mana kau memperoleh (makanan) ini?' Maryam menjawab, 'Makanan itu dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab'.'' (QS Ali 'Imran: 37).

C. Maryam Adalah Wanita  Yang Sabar.

Maryam adalah wanita yang sangat sabar , ini dapat dilihat ketika Allah memberikan Maryam  hamil, sementara Maryam seorang perempuan yang tidak punya suami,  namun hamil.

Apa yang terbayangkan dipikirin masyarakat masa itu, dengan siapa Maryam berzina,  kenapa bisa hamil sementara Maryam tidak memiliki suami.

Masyarakat tidak percaya,  kalo kehamilan Maryam adalah karena kuasa Allah SWT. Disini dapat kita lihat kesabaran seseorang Maryam yang luar biasa,  "sabar, tawakal karena benar."

Sebagaimana di ceritakan dalam ayat  berikut ini:

 “Maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus ruh Kami (Jibril) kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”. (QS. Maryam: 17-18).

Melihat laki-laki yang sangat  tampan, Maryam tidak ingin menggodanya dengan sikap atau kata katanya,  Maryam malah berlindung kepada Allah dan meminta laki-laki tersebut menjauh. Hingga akhirnya Jibril mengatakan,

"Ia (jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”. (QS. Maryam: 19)."

Baca juga: PAHLAWAN MASA KINI; Padamu Kami Titip Negeri Ini.

Baca juga: Padamu Santri Kami Titip Negari Ini

D. Maryam Adalah Perempuan Ahli syurga

“Pemuka ahli surga ada empat, Maryam, Fatimah, Khadijah, dan Asiyah”. (HR Hakim

Dari uraian di atas AL QUR'AN dalam surat Maryam BERBICARA KEPADA SETIAP MUSLIMAH,  bahwa KITA adalah MARYAM MASA KINI, Insya Allah dengan kita menjaga kesucian,  rajin beribadah dan sabar menghadapi ujian, kita juga layak menempati Syurga Allah SWT. Insya Allah,  Aamiin

Moga bermanfaat. 

*) PENULIS Ainal Mardhiah, S.Ag. M.Ag adalah Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh.

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved