Breaking News:

Salam

Penambangan Emas Ilegal Harus Segera Ditertibkan

Harian Serambi Indonesia edisi Ahad (28/11/2021) kemarin mewartakan, empat tersangka yang menyerang Pos Polisi

Editor: hasyim
Serambi Indonesia
Para pelaku penyerangan Pos Polisi Panton Reu, Polres Aceh Barat telah menyerahkan diri kepada pihak kepolisian. Empat orang yang menyerahkan diri tersebut masing-masing RZ (46), SJ (41), DM dan AF (38) semuanya warga Aceh Barat. 

Harian Serambi Indonesia edisi Ahad (28/11/2021) kemarin mewartakan, empat tersangka yang menyerang Pos Polisi (Pospol) Panton Reu, Aceh Barat, menyerahkan diri ke Polsek Kaway XVI, kabupaten yang sama pada Jumat (26/11/2021).

Keempat orang yang menyerahkan diri itu berinisial RZ (46), SJ (41), DM (40), dan AF (38), semuanya warga Aceh Barat.

Mereka juga menyerahkan kepada polisi tiga pucuk AK-56 dan sepucuk M16 bersama 114 butir peluru kaliber 5,56 dan 283 butir peluru kaliber 7,62, serta dua unit HT yang digunakan sebagai alat komunikasi saat menyerang pospol.

Baca juga: Jokowi, Korpri, dan ASN Berkelas Dunia

Baca juga: Menelusuri ‘Kampung Rencong’ di Suka Makmur, Aceh Besar

Baca juga: Memperkuat Fungsi Intelektual Publik

Dengan menyerahnya empat tersangka tersebut berarti semua pelaku (delapan orang) yang terlibat dalam penembakan Pospol Panton Reu itu sudah diamankan. Keputusan keempat tersangka mau menyerahkan diri, kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy MSi, tidak terlepas dari adanya jaminan keamanan yang diberikan Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Ahmad Haydar SH MM, kepada mereka.

Winardy menyebutkan, motif penyerangan Pos Polisi Panton Reu itu murni karena tersangka merasa terusik oleh aparat kepolisian yang sering melakukan penindakan terhadap illegal mining atau tambamg emas ilegal di wilayah Pantai Cermin, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat.

Nah, apa yang dijadikan alasan atau motif bagi para pelaku untuk melakukan penyerangan pos polisi tersebut sangat penting digarisbawahi. Akar masalahnya ternyata, mereka merasa terusik karena polisi sering menertibkan penambangan emas liar di sana.

Jadi, agar peristiwa serupa tidak terulang oleh penambang emas ilegal lainnya, maka sudah seharusnya Polda Aceh bersama Polres Aceh Barat mengerahkan segenap personel untuk menutup segera penambangan ilegal tersebut.

Keberadaan tambang liar itu tak memberi sedikit pun keuntungan bagi negara. Bahkan wibawa penegak hukum justru dilecehkan oleh mereka dengan cara menyerang pospol yang polisinya sering menindak penambang liar di sana.

Bila penambangan liar itu tetap dibiarkan, maka tidak saja negara yang rugi, tapi juga para penambang emas itu suatu saat mampu membeli atau menyewa senjata dan membeli ribuan amunisi justru untuk menyerang aparat negara. Ini bukan persoalan sepele. Besar bahayanya jika mereka jadi mafia! Maka, tindak segera, jangan tunggu lama-lama.

Ini salah satu lokasi tambang emas di Aceh Barat dilihat dari Google
Ini salah satu lokasi tambang emas di Aceh Barat dilihat dari Google (Sumber Foto: Google)
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved