Breaking News:

Salam

Ancaman Kelaparan di Afghanistan, Siapa Iba?

Di tengah keragu-raguan banyak pemimpin dunia terhadap Pemerintahan Taliban di Afghanistan, Perdana Menteri negeri itu

Editor: bakri
AFP/Hoshang Hashimi
Jamshid Ahmad, bersama keluarganya duduk di dalam kamp pengungsi di Herat, Afghanistan seusai dideportasi dari Iran pada 19 Oktober 2021 

Di tengah keragu-raguan banyak pemimpin dunia terhadap Pemerintahan Taliban di Afghanistan, Perdana Menteri negeri itu --yang ditunjuk Taliban-- Mullah Mohammed Hassan Akhund malah meminta dunia untuk mengatasi ancaman kelaparan massal warga Afghanistan.

Sampai kemarin,  ekonominya kian buruk, situasi politik di negeri yang baru dikuasai Taliban beberapa, bulan lalu itu juga belum membaik.

Baca juga: Gadis Afghanistan Dari Sampul Majalah Terkenal National Geographic 1984 Dievakuasi ke Italia

Baca juga: BNPT Ungkap Ustaz Farid Okbah Lulusan LIPIA Tergabung Kelompok JI, Alumni Kombatan Afghanistan

Baca juga: Setiap Sore Hari, Bus Penuh Sesak dari Iran Tiba di Islam Qala, Afghanistan

Mullah Mohammed Hassan Akhund menyerukan kebaikan hati dunia internasional untuk tidak menahan bantuan mereka karena Afghanistan saat ini terancam kelaparan massal.

Bahkan, karena kondisi perekonomian Afganistan yang kian parah, akibat inflasi, Taliban pun meminta kepada Amerika Serikat membuka sekitar $10 miliar dana Aghanistan yang dibekukan setelah Taliban mengalahkan pemerintahan sebelumnya pada pertengahan Agustus 2021.

Sharbat Gula,
Sharbat Gula, "gadis Afghanistan" bermata hijau dalam foto sampul National Geographic 1985 yang terkenal, itu diambil pada 1984 dan lagi pada 2016. (AFP/Stan Honda)

Hassan Akhund juga berjanji pihaknya tidak akan menganggu masalah internal negara lain jelang pertemuan PBB mendatang di Doha.

Pimpinan Taliban itu menyalahkan pemerintahan sebelumnya yang didukung AS sebagai penyebab ancaman kelaparan, pengangguran, dan krisis keuangan Afghnistan.

"Jika uang Afghanistan dilepaskan, semua masalah keuangan dan ekonomi akan terpecahkan."

Baca juga: Iran Menampung Pengungsi Terbesar di Dunia, Sebagian Besar dari Afghanistan Sejak 40 Tahun Lalu

Delegasi Taliban yang dipimpin penjabat menteri luar negeri mereka, Amir Khan Muttaqi pekan lalu mengadakan pembicaraan dengan pejabat AS di Doha, Qatar.

Amir Khan Muttaqi berusaha membujuk AS agar mengeluarkan uang dan melanjutkan bantuan kemanusiaan ke negara itu. 

Warga Afghanistan pendukung pemerintah sebelumnya yang masih sembunyi juga dituduh Akhund sebagai penyebab kian memburuknya situasi ekonomi, keuangan, dan politik di negeri itu.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved