Minggu, 3 Mei 2026

Salam

Ancaman Kelaparan di Afghanistan, Siapa Iba?

Di tengah keragu-raguan banyak pemimpin dunia terhadap Pemerintahan Taliban di Afghanistan, Perdana Menteri negeri itu

Tayang:
Editor: bakri
AFP/Hoshang Hashimi
Jamshid Ahmad, bersama keluarganya duduk di dalam kamp pengungsi di Herat, Afghanistan seusai dideportasi dari Iran pada 19 Oktober 2021 

Meski “berkampanye” dengan isu kemanusiaan, antara lain ancaman kelaparan massal, akan tetapi hingga kini AS dan negara-negara lain belum mengakui Taliban sebagai pemerintah Afghanistan yang sah.

Beberapa negara mengakhiri bantuan ke Afghanistan.

Warga Afghanistan turun dari bus Iran di perbatasan Afghanistan dan Iran di pelabuhan Islam Qala pada 19 Oktober 2021.
Warga Afghanistan turun dari bus Iran di perbatasan Afghanistan dan Iran di pelabuhan Islam Qala pada 19 Oktober 2021. (AFP/Hoshang Hashimi)

Demikian juga Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional sudah mengatakan menyetop pinjaman internasional ke Afghanistan.

Negara-negara Barat secara tegas sudah berjanji mempertahankan blokade ekonomi mereka terhadap penguasa baru Afghanistan sampai Taliban menciptakan pemerintahan yang inklusif dan mengakui hak-hak perempuan.

Selain negara barat, beberapa negara Asia juga masih “melihat-lihat dan menunggu” janji Taliban yang ingin memerintah secara lebih moderat.

Pemerintah Taliban di Afghanistan saat ini memang sangat maskulin. Semua 53 anggota kabinet Akhund adalah laki-laki, dan berasal dari jajaran Taliban.

Lalu, perempuan Afghanistan sangat dilarang bekerja menjadi profesional.

Taliban beralasan, pengucilan terhadap perempuan dari pekerjaan sebagai uapaya  menyelamatkan martabat perempuan.

Demikian juga pemisahan kelasan wanita dan laki-laki di sekolah. "Hari ini, wanita di Afghanistan aman dan tidak ada yang bisa meremehkan mereka," kata Akhund.

Sebaliknya, pengucilan perempuan itu pula yang menjadi alasan bagi banyak negara untuk menahan bantuan kemanusiaan kepada Afghanistan.Nah?!

Baca juga: 5.000 Pengungsi Afghanistan Memasuki Iran Setiap Hari, Dewan Pengungsi Norwegia Minta Bantuan

Baca juga: Amerika Serikat Khawatirkan Peningkatan Serangan ISIS-K di Afghanistan

Baca juga: Terdesak Kebutuhan Keluarga, Orangtua di Afghanistan Nekat Jual Anaknya yang Masih 9 Tahun

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved