Breaking News:

Dua Gajah Melintas di Jalan Bireuen-Takengon

Dua ekor gajah liar terekam video amatir warga sedang melintas di jalan nasional Bireuen-Takengon, tepatnya di Kampung Belang Rakal

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Dua ekor gajah liar terekam video amatir melintas jalan nasional Bireuen -Takengon, di Kampung Blang Rakal, Bener Meriah, Rabu (1/12/2021) 

REDELONG - Dua ekor gajah liar terekam video amatir warga sedang melintas di jalan nasional Bireuen-Takengon

Tepatnya di Kampung Belang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (1/12/2021) siang.

Dalam video berdurasi 1 menit 9 detik itu, terlihat dua ekor gajah jantan dengan tenang melintasi jalan nasional itu.

 

Suara tembakan mercon yang dilepas ke udara menggiring dua ekor satwa dilindungi itu. Para pengendara tampak berhenti saat hewan berbelalai ini melintas.

Baca juga: VIDEO Heboh! Dua Ekor Gajah Liar Berjalan Santai Melintas Jalan Nasional Bireuen-Takengon

Baca juga: Heboh, Lagi Dua Ekor Gajah Liar Melintas Jalan Nasional Bireuen-Takengon

"Dua ekor gajah liar itu tadi (kemarin -red) dilakukan pengusiran dari belakang Kantor Camat ke arah Jalung," ujar Camat Pintu Rime Gayo, Eddy Irwansyah Putra kepada Serambi melalui sambungan telepon, Rabu (1/12/2021).

Eddy mengatakan, gajah liar itu sudah lebih dari enam (6) hari memasuki permukiman penduduk di kampung Negeri Antara dan Belang Rakal.

Baca juga: BKSDA Giring Gajah Liar Keluar dari Permukiman Warga di Bener Meriah, BPBD Data Kerusakan Rumah

Baca juga: Kawat Kejut Diduga Dicuri, Gajah Masuk Permukiman di Bener Meriah, Rusak 18 Rumah, 69 Jiwa Mengungsi

Menurut dia, masuknya gajah liar ke permukiman mengakibatkan rusaknya beberapa rumah dan kebun milik warga.

Tidak hanya itu, warga juga harus mengungsi ke rumah-rumah tetangga yang ada di pinggir jalan nasional di kampung tersebut.

Ia menambahkan, hingga sekarang ini masyarakat dari dua kampung itu masih mengungsi di posko Dusun 40/Ali-Ali dan ada juga yang sudah kembali ke kampung asalnya.

"Seperti ke Aceh Tengah, Aceh Utara, Bireuen, dan juga tersebar di kawasan Bener Meriah," ungkapnya.

Baca juga: VIDEO Empat Gajah Jinak di CRU Alue Kuyun Aceh Barat Diperiksa oleh Tim Pusat Kajian Satwa Liar USK

Baca juga: Babinsa Kodim Aceh Jaya Terima Pelatihan Konservasi Gajah Sumatera dari BKSDA Aceh 

Baca juga: Anak Gajah Betina yang Ditemukan di Aceh Jaya Dalam Keadaan Kritis Kini Sudah Mati

Kawat Kejut Dirusak OTK

Pada bagian lain, Camat Pintu Rime Gayo, Eddy Irwansyah Putra menyebut gajah bisa masuk ke permukiman karena ada sepanjang 200 meter power fencing (kawat kejut) sebagai pembatas warga dan gajah yang dibangun BKSDA Aceh diduga dirusak Orang Tak Dikenal (OTK).

"Berapa banyak kerugian masyarakat akibat dari ulah oknum yang diduga merusak kawat kejut itu," kata Eddy.

Baca juga: Konsorsium CRU Aceh-LSGK Adakan Pelatihan Soal Konservasi Gajah Sumatera 

Baca juga: Jaksa Terima Pelimpahan Kasus Perburuan Gading Gajah di Aceh Jaya

Baca juga: Satu Keluarga Berhasil Lolos dari Kepungan Gajah, Sempat Terjebak dalam Rumah

Semestinya, lanjut Eddy, power fencing sebagai benteng pertahanan warga dijaga dengan baik agar gajah liar tidak masuk ke permukiman.(bud)

Baca juga: Rumahnya Diobrak-Abrik Gajah Liar, Sekeluarga di Bener Meriah Melarikan Diri Saat Malam Buta

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved