Jumat, 24 April 2026

Kupi Beungoh

ISLAM;  Menjaga Harmonisnya Kehidupan

HARMONISNYA KEHIDUPAN, ketika sendi-sendi kehidupan berjalan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

Editor: Amirullah
ist
Ainal Mardhiah, S.Ag. M.Ag adalah Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh. 

Oleh: Ainal Mardhiah, S.Ag. M.Ag*)

HARMONISNYA KEHIDUPAN, ketika sendi-sendi kehidupan berjalan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sendi  merupakan tempat dua tulang bertemu (penghubung antar tulang).

Sendi berfungsi untuk  membantu tubuh agar dapat bergerak dengan harmonis, dengan adanya sendi, setiap anggota tubuh dapat bergerak dengan mudah melaksanakan fungsi dan tugas pokoknya masing-masing.

Sebagai contoh,  sendi pada lutut,  untuk mempermudah seseorang itu berjalan.  Sendi pada jari-jari untuk  mempermudah seseorang memegang sesuatu, menyuapkan makanan, melakukan  berbagai  pekerjaan tangan.

Tanpa sendi,  semua anggota tubuh lurus, tegang, tidak dapat bergerak, tidak dapat difungsikan dengan baik dan sempurna.  Begitu juga dengan kehidupan,  ketika salah satu sendinya bermasalah,  dapat membuat masalah terhadap seluruh kehidupan seorang muslim itu sendiri,  maupun muslim lainnya.

Baca juga: ISTRI Itu RATU Atau  PEMBANTU; Tergantung Kwalitas Iman, Ilmu Dan Akhlak Suami

ISLAM  adalah agama dengan  sistem yang sangat lengkap,  semua sistem tersebut  merupakan satu kesatuan yang terdiri dari berbagai komponen,  yang tidak dapat dipisahkan,  dan tidak boleh dipisahkan.

Sistem berasal dari bahasa Latin dan bahasa Yunani yaitu suatu kesatuan yang terdiri atas komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi, atau energi untuk mencapai suatu tujuan. (Wikipedia)

Islam menjaga harmonisnya kehidupan,  dengan cara menjaga sendi-sendi kehidupan. Hal ini sesuai dengan kandungan  ayat-ayat Al- Qur'an dan Hadits yang menyebutkan bahwa Islam datang untuk  Menjaga Sendi Sendi Kehidupan yaitu: MENJAGA AGAMA, MENJAGA KETURUNAN, MENJAGA JIWA, MENJAGA  AKAL, MENJAGA HARTA.

Kelima hal tersebut merupakan sendi sendi kehidupan,  jika tidak terjaga dengan baik, kehidupan  ber-Islam tidak akan harmonis, tidak akan nampak Indah, tidak akan nampak bahwa Islam itu sebagai rahmat bagi sekalian alam, melainkan sebaliknya, nampak yang  buruk-buruknya seperti Islam itu jorok,  miskin, suka kawin banyak, jahat atau lainnya, padahal ini hanya kesalahan sebagian umat Islam, namun yang nampak buruk, adalah Islamnya secara keseluruhan.

Baca juga: ORIENTASI; Pendidikan Seperti Ini Yang Harus Di Peroleh Anak-Anak Muslim

Berikut ini uraian, bagaimana ISLAM menjaga keharmonisan kehidupan setiap muslim:

1. Islam Menjaga Agama

Menjaga Agama,  agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang,  agar Islam tetap survive,  tetap eksis sampai akhir zaman.

Dapat kita lihat,  betapa nyamannya seseorang itu hidup dibawah kepemimpinan seorang muslim,  dan sebaliknya kita lihat betapa sulitnya hidup di bawah kepemimpinan orang  selainnya.

Dengan demikian,  tujuan menjaga Islam untuk jangka pendek adalah agar menjadi rahmat bagi setiap umat Islam, dan bagi sekalian alam. Untuk jangka panjang  agar selamat kembali ke kampung akhirat dan dapat masuk Syurga, Insya Allah.

Ada 2 cara menjaga agama, yaitu:

Pertama,  Dakwah Bil Lisan.  

Dakwah adalah MENGAJAK Bukan MENGEJEK, MENYERU Bukan MENYURUH"

Dakwah  bil lisan adalah  "MENGAJAK atau MENYERU seseorang untuk ta'at kepada Allah SWT, Mengajak seseorang  kepada kebaikan dan kebenaran.

Seperti disebutkan dalam ayat berikut ini:

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang mengajak kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Merekalah orang-orang beruntung" (QS Ali Imran: 104).

Di hadis disebutkan:

“... sampaikan dariku meski satu ayat." (Shahih Al Bukhari)

Dakwah harus dilakukan oleh semua muslim dan muslimah,  tidak hanya oleh ustadz atau tengku-tengku di pesantren, dakwah itu kewajiban setiap muslim.

Sebagai contoh, kita orang tua,  guru atau pendidik,  mengajak atau menyerukan kepada anak anak kita, murid kita, untuk shalat, "Ayo kita shalat, ayo ayo, anak-anak semua ayo kita shalat." Lalu berbersama- bersama,  kita melaksanakan shalat dengan mereka setiap hari, sampai anak-anak terbiasa melaksanakan  shalat secara rutin.

Setelah selesai shalat bersama,  lanjut kita sampaikan keutamaan keutamaan shalat itu sendiri, sehingga anak-anak mencintai shalat,  dan menjaga shalatnya tanpa perlu di suruh suruh lagi.

Beda dengan menyuruh, anak kita suruh shalat sementara kita duduk di kantin sekolah,  ngopi atau merokok, atau dikantor ngobrol dengan kawan kawan,  atau nonton film bagi ibu-ibu, yang bapak-bapak main hp (handphone), sementara itu anak kita suruh pergi shalat.

Jika seperti ini caranya tidak heran  yang terjadi kemudian adalah, di depan kita anak-anak shalat karena takut sama kita,  ketika dibelakang kita,  shalat tidak lagi dikerjakan, karena tidak ada yang ia takuti.

Contoh lain, seperti yang disampaikan oleh salah seorang murid di sekolah, ketika guru bertanya, apakah tadi ananda ada shalat subuh,  di jawab oleh salah seorang murid, orang tua  saya tidak shalat, jadi saya tidak shalat juga.

Dengan demikian MENYERU dan MENGAJAK dalam DAKWAH itu, dengan perilaku dalam bentuk contoh teladan,  dan dalam bentuk lisan, ajakan untuk sama-sama melaksanakan.

Kedua, Dakwah Bil Hal

Setiap muslim memberi contoh yang baik, sesuai ajaran Islam.  Sehingga orang yang bukan muslim,  dapat belajar,  dapat  melihat indahnya Islam dari akhlak atau perilaku setiap muslim yang dijumpainya.

Baca juga: KITA ADALAH UMAT YANG SATU; Adakah Alasan Penting, Sehingga Kita Berpecah Belah

2. Islam Menjaga Keturunan

Caranya dapat kita lihat dari ayat dan Hadis berikut ini yaitu:

Pertama, Islam memerintahkan kepada kita untuk menahan pandangan kita, terhadap sesuatu yang dikhawatirkan menimbulkan akibat yang buruk, seperti zina, atau yang mendekati zina.

Seperti disebutkan dalam ayat berikut ini:

”Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’” (QS. An-Nur [24] : 30).

Menundukkan pandangan mata merupakan dasar dan sarana untuk menjaga diri dan menjaga kemaluan.

Kedua, Jangan Mendekati Zina

 "Dan janganlah  kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra: 32).

Rasulullah SAW, mengingatkan tentang hal-hal atau jalan yang dapat sampai kepada perzinaan, dalam hadis berikut ini:

”Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas diri anak keturunan Adam bagiannya dari zina. Dia mengetahui yang demikian tanpa di pungkiri, mata bisa berzina, dan zinanya adalah pandangan (yang diharamkan), Zina kedua telinga adalah mendengar (yang diharamkan). Lidah (lisan) bisa berzina, dan zinanya adalah perkataan (yang diharamkan). Tangan bisa berzina, dan zinanya adalah memegang (yang diharamkan). Kaki bisa berzina, dan zinanya adalah ayunan langkah (ke tempat yang haram). Hati itu bisa berkeinginan dan berangan-angan. Sedangkan kemaluan membenarkan yang demikian itu atau mendustakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketiga, Dilarang Berduaan dengan Yang Bukan Muhrim.

"Janganlah salah seorang di antara kalian berkhalwat (berdua-duaan) dengan seorang wanita karena sesungguhnya setan menjadi orang ketiga di antara mereka berdua." (HR. Ahmad).

Berduaan, bisa di makna dengan duduk berdua didunia nyata, laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim ditempat yang sepi tanpa ada orang lain bersamanya.

Atau duduk ditempat keramaian, dengan gedget nya, handphonenya, sedang berkumunikasi dengan seseorang yang bukan muhrim, bukan dalam urusan pekerjaan, bukan urusan pengobatan,  perdagangan, pendidikan,  tapi dalam hal yang bisa menimbulkan fitnah,  atau jalan perzinaaan,  atau rusak rumah tangga orang  lain atau rumah tangganya sendiri.  

Keempat, Menikah.

”Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena menikah itu lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hal ini karena pandangan mata bisa membangkitkan kekuatan birahi, sehingga beliau memerintahkan untuk mengurangi kekuatan itu dengan cara mendatangi istri.

“Jika salah seorang dari kalian melihat wanita yang mengagumkannya, maka hendaklah ia mendatangi (menggauli) isterinya. Karena apa yang dimiliki wanita tersebut sama dengan yang dimiliki oleh isterinya.” (HR. Tirmidzi)

3. Islam Menjaga jiwa

Dan janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barang siapa dibunuh secara zalim, maka sungguh, Kami telah memberi kekuasaan kepada walinya, tetapi janganlah walinya itu melampaui batas dalam pembunuhan. Sesungguhnya dia adalah orang yang mendapat pertolongan. ( QS. Al Isra': 33).

Islam melarang membunuh binatang yang tidak untuk dimakan, yang tidak membahayakan, begitu juga Islam melarang sesama muslim saling membunuh, kecuali  3 (tiga) alasan.

Ada tiga alasan, seseorang boleh dibunuh dalam Islam.

Pertama, Orang Yang Membunuh.  

Maka baginya berlaku qishas, artinya ketika seseorang membunuh sesama muslim,  maka baginya berlaku qishas. Orang tersebut  boleh dibunuh sebagaimana ia membunuh seorang muslim tersebut. Namun jika memaafkan, itu lebih diutamakan.

Dan barang siapa dibunuh secara zalim, maka sungguh, Kami telah memberi kekuasaan kepada walinya, tetapi janganlah walinya itu melampaui batas dalam pembunuhan. (QS. Al Isra': 33).

Kedua, Murtad

Seseorang setelah beriman kepada Allah,  lalu dia murtad,  tidak lagi beriman kepada Allah SWT.  Beberapa waktu kemudian ia beriman lagi kepada  Allah,  lalu murtad lagi tidak beriman,  maka kepadanya boleh berlaku hukum dibunuh.

Sebagaimana hadis berikut ini:

”Barang siapa yang mengganti agamanya, bunuhlah.” (HR Bukhari).

"... tidaklah halal darah Muslim yang bersyahadat kecuali tiga golongan, salah satunya adalah mereka yang meninggalkan agamanya dan keluar dari barisan umat Islam. (HR.Muslim).

c. Pezina Yang Sudah Menikah.

Bagi Pezina yang belum menikah,  baginya dikenakan hukuman cambuk, sedangkan pezina yang sudah berkeluarga berlaku baginya hukuman rajam sampai mati.

 "... Sedangkan duda dan janda hukumannya dera seratus kali dan rajam." (HR Muslim).

Demikian Islam menjaga jiwa,  tidak boleh saling membunuh,  apalagi sesama muslim.  Jika itu terjadi maka yang meninggal duluan,  duluan masuk neraka,  yang belum meninggal akan menyusul ke neraka jika nanti sudah meninggal.

Dikisahkan pada masa Rasulullah saw, seorang muslim membunuh seorang non muslim tanpa sengaja, kepada si pembunuh Rasulullah SAW, memberlakukan hukum qishah.

Begitu indahnya Islam,  dan benar benar menjadi  rahmat bagi sekalian,  tidak hanya rahmat bagi seorang muslim,  tapi rahmat juga bagi non muslim. ISLAM tidak hanya menjaga umatnya, tapi juga menjaga seluruh penduduk bumi.

4. Islam Menjaga Akal.

Islam menjaga akal dengan melarang minuman khamar, dan yang memabukkan lainnya. Kenapa dilarang karena merugikan,  rugi secara materi tidak berguna, merusak akal, rugi lainnya berbahaya bagi kesehatan juga keselamatan diri dan orang lain.

Sebagai contoh,  orang setelah minum khamar,  biasanya mabuk, pikirannya tidak sehat,  jalannya tidak normal,  lalu menyetir motor atau mobil, akibatnya akan terjadi tabrakan, berbahaya bagi keselamatan diri dan orang lain.

Orang yang mabuk, tidak bisa beraktivitas secara normal,  lalu bagaimana ia dapat berfikir,  dapat bekerja untuk mencari nafkah untuk diri dan keluarga.

"Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah: "pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya." (QS. Al-Baqarah: 219).

Selain itu adapula dalil yang menerangkan tentang larangan minum khamr yaitu surat An-Nisaa ayat 43:

 "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu sholat, sedang kamu dalam keadaan mabuk ..." (QS An-Nisa ayat: 43).

"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan." (QS Al-Maidah [3]:90

5. Islam Menjaga Harta.

Dalam hal ini, tidak boleh mengambil apapun dari saudaranya, atau siapapun,  tanpa seizin pemiliknya.

 “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil…” (QS. An Nisaa’: 29)

Di samping itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidak halal mengambil harta seorang muslim kecuali dengan kerelaan dirinya.” (HR. Abu Dawud)

“Sesungguhnya darahmu, hartamu dan kehormatanmu terpelihara  antara sesama kamu sebagaimana terpeliharanya hari ini, bulan ini dan negerimu ini.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“... tidaklah seseorang melakukan pencurian dalam keadaan beriman dan tidaklah seseorang merampas sebuah barang rampasan di mana orang-orang melihatnya, ketika melakukannya dalam keadaan beriman.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits yang lain disebutkan:

“Barangsiapa yang mengambil harta saudaranya dengan sumpahnya, maka Allah mewajibkan dia masuk neraka dan mengharamkan masuk surga. Lalu ada seorang yang bertanya, “Wahai Rasulullah, meskipun hanya sedikit?” Beliau menjawab, “Meskipun hanya sebatang kayu araak (kayu untuk siwak).“ (HR. Muslim).

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:َ

“Barangsiapa yang mengambil sejengkal tanah secara zalim, maka Allah akan mengalungkan tujuh bumi kepadanya.” (HR. Bukhari Muslim).

“Barangsiapa yang pernah menzalimi seseorang baik kehormatannya maupun lainnya, maka mintalah dihalalkan hari ini, sebelum datang hari yang ketika itu tidak ada dinar dan dirham. Jika ia memiliki amal saleh, maka diambillah amal salehnya sesuai kezaliman yang dilakukannya, namun jika tidak ada amal salehnya, maka diambil kejahatan orang itu, lalu dipikulkan kepadanya.” (HR.

 Bukhari).

Begitu INDAHNYA ISLAM, dalam aturan aturannya, membuat SEMUA MENJADI HARMONIS karenanya.

Sangat rugi tentunya,  jika umat Islam menjauh darinya,  pilih pilih dalam mengamalkan ajarannya. Apalagi sibuk dengan perdebatan hal-hal yang bersifat furu'iyah, yang  tidak mempengaruhi apapun dari kehidupan dan kesuksesan seseorang dalam mengejar "BAHAGIA DI DUNIA DAN AKHIRAT " melainkan yang ada lelah,  habis waktu,  habis energi,  menjauhkan hati dengan sesama muslim,  memutuskan silaturahmi,  dan MERUSAK UKHUWAH ISLAMIYAH.

Kita liat dalam perjalanan sejarah bahwa "UMAT ISLAM TELAH MAMPU MENGUASAI TIGA PEREMPAT JAZIRAH", itu terjadi ketika "UMAT ISLAM DEKAT DAN MENGAMALKAN ISLAM".

Apa yang terjadi ketika umat ISLAM jauh dari agamanya, tentunya menjadi lemah, menjadi umat yang tidak berwibawa, tidak dipandang,  tidak disegan, Mundur Dalam Banyak Hal.

*) PENULIS Ainal Mardhiah, S.Ag. M.Ag adalah Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh.

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved