Rabu, 15 April 2026

Salam

Aceh Harus Tingkatkan Fungsi Pelabuhan

Badan Pusat Satistik (BPS) Aceh melaporkan, ada tujuh pelabuhan di luar provinsi ini yang melakukan ekspor barang yang berasal dari Aceh

Editor: bakri
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Ketua Komisi II DPRA, Irpannusir, sedang melihat kegiatan pemuatan ekspor tanah pozzolan PT Samana Citra Agung yg akan di ekspor ke Bangladesh, di Dermaga Pelabuhan Malahayati, Kamis (16/12/2021). 

Badan Pusat Satistik (BPS) Aceh melaporkan, ada tujuh pelabuhan di luar provinsi ini yang melakukan ekspor barang yang berasal dari Aceh.

Yaitu Pelabuhan Belawan, Tanjung Balai Asahan, Tanjung Priok, Soekarno Hatta (Udara), Tanjung Perak, Ngurah Rai (Udara), dan Kuala Tanjung.

Ekspor dengan nilai terbanyak pada November 2021 adalah melalui Pelabuhan Belawan sebesar 10.692.931 USD, diikuti Pelabuhan Tanjung Priok sebesar 205.299 USD, dan Bandara Soekarno Hatta sebesar 22.781 USD.

Komoditas terbesar yang diekspor pada November 2021 melalui pelabuhan di luar Provinsi Aceh adalah kelompok komoditas kopi, teh, rempah-rempah senilai 5.365.184 USD.

Komoditas tersebut diekspor melalui Pelabuhan Belawan (Sumatera Utara ) ke beberapa negara dengan tujuan terbesar adalah Amerika Serikat.

Kelompok komoditas buah-buahan menempati urutan kedua komoditas yang diekspor melalui pelabuhan di luar Provinsi Aceh, yaitu sebesar 1.827.158 USD.

Sementara kelompok komoditas daging dan ikan olahan menempati urutan ketiga senilai 1.405.980 USD.

Ironinya, di Aceh ada enam pelabuhan muat barang ekspor hingga November 2021.

Yaitu Pelabuhan Lhokseumawe, Meulaboh, Blang Bintang (udara), Blang Lancang (Arun), Krueng Raya Malahayati, dan Kuala Langsa.

Komoditas terbesar yang diekspor pada November 2021 melalui pelabuhan di Aceh adalah komoditas batubara yaitu senilai 48.370.754 USD yang merupakan kelompok bahan bakar mineral.

Komoditas tersebut diekspor melalui Pelabuhan Meulaboh menuju India.

Wakil Ketua Badan Legislasi DPR Aceh, Bardan Sahidi, yang cukup memahami likaliku ekspor komoditas Aceh mengatakan, sesungguhnya komoditas dari Aceh yang bisa diekspor sangat luar biasa, contohnya kopi.

“Kopi itu menjadi susah ketika dia keluar melalui Belawan.

Susahnya dimana? Susahnya para eksportir kita harus menempuh perjalanan darat dari Bener Meriah, Aceh Tengah, hingga Belawan dengan muatan yang padat dan jarak tempuh perjalanan darat 18 jam.

Tapi kalau ke luar dari Krueng Geukuh per seminggu sekali kita bisa melakukan bongkar muat,” paparnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved