Breaking News:

Opini

Membaca Bencana, Literasi Keagungan

Tsunami yang dipahami sebagai bencana mahadahsyat telah membawa ibrah terhadap perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka

Editor: bakri
Membaca Bencana, Literasi Keagungan
IST
Herman RN, Ketua Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia Provinsi Aceh; Berkhidmah di Universitas Syiah Kuala

Oleh Herman RN, Ketua Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia Provinsi Aceh; Berkhidmah di Universitas Syiah Kuala

Setiap tahun kita melihat banjir, longsor, dan segala macam bencana lainnya.

Apa yang dikatakan Ebiet G.

Ade dalam lirik lagunya barangkali sudah menjadi kenyataan, mungkin alam telah bosan bersahabat dengan kita.

Namun, kita semakin lemah berliterasi dengan alam.

Semua orang percaya bahwa 26 Desember 2004 merupakan sejarah penting bagi Aceh dan Indonesia.

Sampai sekarang pun—dan mungkin hingga selama usia bumi masih ada—setiap 26 Desember akan diperingati sebagai Hari Tsunami Aceh.

Tahun-tahun sebelumnya, setiap peringatan tsunami, Presiden atau Wakil Presiden Indonesia berkunjung ke Aceh.

Hal ini memperlihatkan betapa pentingnya peristiwa tsunami.

Tsunami yang dipahami sebagai bencana mahadahsyat telah membawa ibrah terhadap perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka dan Republik Indonesia.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved