Jurnalisme Warga
Kisah di Balik Peluncuran Kamus Kemaritiman Aceh-Indonesia
alai Bahasa Provinsi Aceh (BBPA) meluncurkan atau me-launching Kamus Kemaritiman Bahasa Aceh-Indonesia pada Jumat, 24 Desember 2021
OLEH AMIRUDDIN (Abu Teuming), Penyuluh Agama pada Kuakec Krueng Barona Jaya, Aceh Besar dan Pegiat Forum Aceh Menulis (FAMe), melaporkan dari Banda Aceh
Balai Bahasa Provinsi Aceh (BBPA) meluncurkan atau me-launching Kamus Kemaritiman Bahasa Aceh-Indonesia pada Jumat, 24 Desember 2021, di Aula Dr Abdul Junaidi BBPA.
Saya beruntung, ikut hadir para acara penting ini.
Saat berada di lokasi perhelatan, sebelum sesi acara, peserta melirik beberapa buku yang dipajangan di luar ruangan, tertata rapi di atas meja, tepat di depan pintu masuk aula.
Saya, termasuk beberapa peserta lainnya, penasaran pada naskah tersebut.
Itu sebab, kami tidak langsung masuk ruangan, demi melepas penasaran atas koleksi naskah, yang terbilang langka dan menceritakan tentang Aceh.
Sesaat kemudian, peserta masuk ruang mini berkapasistas 30-an orang.
Mereka duduk santai, sambil diskusi ringan dengan kolega di samping, sembari menanti pembukaan acara.
Kepala BBPA, Karyono duduk di bagian depan, membelakangi spanduk, bak pamteri yang lumrah duduk di panggung.
Tiba-tiba ia berdiri.
Perlahan melangkah menuju tempat peserta duduk.
Baca juga: Kamus Kemaritiman Aceh-Indonesia Versi Cetak dan Daring Tuntas, Menyusul Kamus Budaya Aceh
Baca juga: Hanya 90 Mil dari Pulau Sabang, Negara Ini Bangun Pusat Maritim Pertama, Perlawanan untuk China?
Mulai di barisan depan, ia samperi satu per satu.
Menggunakan bahasa santai, ia bertanya identitas peserta, termasuk perwakilan dari instansi mana.
Tampaknya, ia ingin mengenal wajah-wajah yang kebetulan hari itu memenuhi undangan BBPA.
Saya terus memperhatikan logatnya, ia seakan ingin mengenal lebih dekat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/amiruddin-abu-teuming.jpg)