Jurnalisme Warga
Kisah di Balik Peluncuran Kamus Kemaritiman Aceh-Indonesia
alai Bahasa Provinsi Aceh (BBPA) meluncurkan atau me-launching Kamus Kemaritiman Bahasa Aceh-Indonesia pada Jumat, 24 Desember 2021
Gaya bicara dan bahasa tubuhnya cukup membuktikan bahwa ia amat senang dan sungguh memuliakan tamu.
Saya yang berada di ruang itu, juga dapat bagian.
Kebetulan saya sebut bahwa saya menggantikan Yarmen Dinamika.
Refleks, ia sebut, "O, Serambi Indonesia.
Bagus ada media juga.
” Tanpa memberikan kesempatan kepada saya untuk memperjelas bahwa saya aktif di Forum Aceh Menulis (FAMe).
Kebetulan kehadiran saya mewakili Yarmen Dinamika atas nama Pembina FAMe, bukan sebagai jurnalis Serambi Indonesia (SI).
Tapi tak mengapa, lumayan juga dipromosi penulis sebagai wartawan SI, walaupun nyatanya bukan karena salah anggap.
Mungkin karena Karyono sangat ingin pihak SI hadir.
Memang, ia menanti senior SI, Yarmen Dinamika.
Baca juga: Tangkap Kapal Asing di Pulau Bintan, Otoritas Maritim Liberia Dukung TNI AL
Mungkin ada program penting yang ingin ia diskusikan.
Seusai mewawancarai semua peserta, pria asal Jawa Tengah ini langsung menuju panggung.
Ruangan terlihat penuh, pra tamu kehormatan telah tiba, acara pun dimulai.
Diawali bacaan ayat-ayat Al-Qur’an dan selawat, yang merupakan kearifan lokal pada kegiatan resmi di Aceh.
Setelah itu, Zulfahmirda, perempuan cantik asal Sumatera Utara (Sumut) berdiri di atas mimbar, menjelaskan perjuangannya menelusuri Aceh, meliputi Aceh Timur, Kota Lhokseumawe, dan Aceh Barat demi mengumpulkan kosakata bahasa Aceh terkait kemaritiman, baik ikan, kepiting, bahkan ikan asin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/amiruddin-abu-teuming.jpg)