Jurnalisme Warga
Kisah di Balik Peluncuran Kamus Kemaritiman Aceh-Indonesia
alai Bahasa Provinsi Aceh (BBPA) meluncurkan atau me-launching Kamus Kemaritiman Bahasa Aceh-Indonesia pada Jumat, 24 Desember 2021
Intinya, segala yang ada kaitan dengan kemaritimanlah.
Proses penelusuran kosakata sejak Maret 2021.
Per wilayah, dikirim satu tim terdiri atas tiga orang, yang diketuai oleh pemangku Jabatan Analis Kata.
Kebetulan, Zulfahmirda mengemban jabatan ini.
Itu sebab, banyak hal dan pengalaman yang ia temukan di lapangan.
Tiap wilayah ada lima responden yang terdiri atas ahli olah kuliner, nelayan, pawang laut, penjual ikan, dan orang yang terlibat dengan hal kelautan.
Tim tak hanya mengandalkan data di lapangan, juga menelisik bahan perpustakaan, agar lebih akurat, ilmiah, dan sempurna.
Saat perempuan itu berorasi dengan sejuta kisah, peserta terkesan kagum atas perjuangan tim.
Ikhtiar mereka kini berbuah hasil, menjaga khazanah Aceh dengan langkah kecil.
Rasanya, sangat pantas disebut pejuang bahasa Aceh, jempol layak untuk mereka.
Zulfahmirda mengakui, memang ada tantangan saat mengumpulkan data.
Ini pengalaman pertama yang membutuhkan konsep konkret.
Bahkan, tak semua tim inventaris kosakata mampu berbahasa Aceh.
Karenanya, mereka mendalami bahasa Aceh demi menghindari kesalahan makna, penulisan, dan pengucapan.
Intinya, misi mereka mengahdirkan kamus sebagai langkah strategis memperkaya bahasa Indonesia, dengan mengadopsi bahasa daerah seperti bahasa Aceh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/amiruddin-abu-teuming.jpg)