Jumat, 5 Juni 2026

Jurnalisme Warga

Aceh dalam Kenangan Gadis Betawi

MENDAPATKAN kesempatan ikut Program Pertukaran Mahasiswa bagi mahasiswa pada umumnya bukanlah perkara yang mudah

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
MELINDA RAHMAWATI, Mahasiswi Pendidikan Sejarah Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka yang mengambil Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Universitas BBG, melaporkan dari Banda Aceh 

Namun, hal itu tidak serta membuat pesona tanah Aceh ini sirna.

Justru membuat pesona tanah Aceh lebih berwarna.

Semakin lama dan jauh saya berkeliling Kota Banda Aceh hingga Aceh Besar, bahkan melawat ke Sabang, semakin bertambah kekaguman dan kecintaan saya pada tanah Aceh ini.

Setidaknya, saya dapat mengagumi permainya Pantai Ulee Lheue, Lampuuk, Lhoknga, Alur Naga hingga Ujong Batee.

Juga betapa indahnya panorama Hillside, Mata Ie, dan gugusan pegunungan dalam jajaran Bukit Barisan serta Gunung Seulawah plus bukit- bukit nan hijau lestari di kawasan Lampague hingga Ujong Pancu, Aceh Besar.

Hal yang tidak saya temui di Jakarta sebagai kota metropolitan, jantung ibu kota negara Republik Indonesia.

Setelah saya bersama tujuh teman saya menapaki Bukit Jalin di Aceh Besar, menyaksikan sendiri ketika tubuh ini begitu dekat dengan awan, benarbenar membuat hati saya berat untuk meninggalkan tanah Aceh dan kembali ke Jakarta.

Enggan untuk berpisah, tetapi harus tetap berpisah untuk tanggung jawab lainnya.

Budayanya yang masih lestari, tradisinya yang masih melekat, kulinernya yang tidak mudah untuk dilupakan, hingga alamnya yang menyejukkan mata benar-benar membekas dalam ingatan saya tentang provinsi yang berada di ujung Pulau Sumatra ini.

Kulinernya pun tidak kalah meninggalkan bekas mendalam di benak saya.

Belum pernah sekalipun di Jakarta saya dengan mudahnya makan olahan daging ikan hiu, pari, tiram, bahkan daging rusa sekalipun.

Selama berada di Aceh, saya telah menikmati itu semuanya dalam beragam versi hidangan.

Dari hanya sekadar topping dalam mi hingga memang berbentuk hidangan khas dari daerah yang berada di provinsi lumbung kuliner ini.

Dengan kayanya rempah dalam setiap bumbu masakan khas Aceh, membuah hampir seluruh masakan khas Aceh sangat menggoda untuk dicicipi.

Bahan baku masakan tersebut nyatanya berasal langsung dari tambak-tambak atau dari alam.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved