Kesehatan

Bahaya Mengalami Perut Buncit di Usia Remaja, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pada remaja, peningkatan ukuran lingkar pinggang yang besar bisa meningkatkan risiko terkena gangguan jantung, kenaikan tekanan darah, diabetes tipe 2

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Amirullah
Kompas.com
ilustrasi perut buncit 

SERAMBINEWS.COM - Perut buncit bisa dialami oleh siapa saja. Baik laki maupun perempuan yang sudah lanjut usia atau muda sekalipun, bisa saja mengalami perut buncit.

Ya, perut buncit memang seringnya dialami pada usia dewasa.

Akan tetapi, mereka yang masih muda bukan tidak mungkin mengalami penumpukan lemak di bagian perut jika tidak menjaga berat badannya.

Orang yang memiliki perut buncit bisa dilihat dari ukuran linkar pinggangnya.

Pemicunya bisa berbagai faktor, salah satunya pola makan dan kelebihan berat badan.

Baca juga: Mau Perut Rata Tapi Tak Sempat Olahraga? Begini Cara Mengatasi Perut Buncit Tanpa Olahraga

Baca juga: dr Zaidul Akbar Bagikan Cara Mengatasi Perut Buncit Tanpa Olahraga, Dianjurkan Lakukan 5 Hal Ini

Bahaya perut buncit pada remaja

Seseorang yang memiliki kelebihan lemak di perut punya risiko lebih tinggi mengalami berbagai masalah kesehatan.

Pada remaja, peningkatan ukuran lingkar pinggang yang besar bisa meningkatkan risiko terkena gangguan jantung, kenaikan tekanan darah, diabetes tipe 2, stroke, kanker usus dan kanker payudara, juga demensia di usia tua.

Seperti dikutip dari Livescience, ilmuwan telah meneliti lebih dari 3000 remaja dengan rentang usia 14 hingga 15 tahun di Ontario, dengan mengukur lingkar pinggang, tinggi badan, berat badan, dan juga tekanan darah.

Dalam penelitian tersebut didapatkan bahwa remaja yang mengalami obesitas dengan lingkar perut atau lingkar pinggang besar, memiliki tekanan darah lebih tinggi dan level lemak yang juga tinggi di dalam peredaran darahnya.

Pelebaran lingkar pinggang erat kaitannya dengan peningkatan tekanan darah dan tumpukan lemak di organ dalam.

Baca juga: Perut Anda Buncit? Begini Cara Mudah Mengecilkan Perut Buncit, Cukup Kurangi 5 Makanan Ini

Baca juga: Khasiat Alpukat Bisa Membuat Perut Buncit Hilang, Berikut Cara Alami Diet Sehat Bisa Dicoba di Rumah

Lebih lanjut dikatakan, remaja yang memiliki perut buncit ini sangat berisiko terkena diabetes, gangguan jantung dan masalah hati.

Penyebab perut buncit

Ada berbagai faktor yang bisa memicu perut jadi buncit.

Adapun penyebab umumnya seperti dilansir dari Medical News Today yaitu:

1. Pola makan yang buruk

Makanan manis seperti kue dan permen serta minuman seperti soda dan jus buah, dapat menyebabkan kenaikan berat badan, memperlambat metabolisme seseorang, dan mengurangi kemampuan seseorang untuk membakar lemak.

Lemak trans khususnya, dapat menyebabkan peradangan dan dapat menyebabkan obesitas.

Lemak trans ada dalam banyak makanan, termasuk makanan cepat saji dan makanan yang dipanggang seperti muffin dan biskuit.

Sementara itu, diet rendah protein dan tinggi karbohidrat juga dapat mempengaruhi berat badan.

Protein membantu seseorang merasa kenyang lebih lama, dan orang yang tidak memasukkan protein tanpa lemak ke dalam makanannya dapat makan lebih banyak makanan secara keseluruhan.

Baca juga: Awas, Konsumsi Gula Berlebihan Bisa Penyebab Perut Buncit, Simak 8 Kebiasaan Buruk Lainnya

Baca juga: Tips Mengecilkan Lingkar Pinggang dan Perut Buncit, Ikuti Cara Mudah Berikut Ini

2. Terlalu banyak mengkonsumsi alkohol

Mengonsumsi alkohol berlebih dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit hati dan peradangan.

Sebuah penelitian tahun 2015 telah mengaitkan konsumsi alkohol dan obesitas.

Dalam penelitian itu disebutkan, bahwa minum alkohol berlebihan menyebabkan pria bertambah gemuk di sekitar perut mereka.

Namun hasil penelitian untuk wanita masih belum konsisten.

3. Kurang aktivitas atau olahraga

Mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibakar akan menambah berat badan.

Gaya hidup yang tidak aktif membuat seseorang sulit membuang lemak berlebih, terutama di sekitar perut.

4. Stres

Hormon steroid yang dikenal sebagai kortisol membantu tubuh mengontrol dan mengatasi stres .

Ketika seseorang berada dalam situasi berbahaya atau tekanan tinggi, tubuh mereka melepaskan kortisol, dan ini dapat memengaruhi metabolisme mereka.

Orang sering mencari makanan untuk kenyamanan ketika mereka merasa stres.

Kortisol menyebabkan kelebihan kalori itu tetap berada di sekitar perut dan area tubuh lainnya untuk digunakan nanti.

5. Genetika

Ada beberapa bukti bahwa gen seseorang dapat berperan dalam menentukan apakah mereka menjadi gemuk.

Para ilmuwan berpikir gen dapat mempengaruhi perilaku, metabolisme, dan risiko mengembangkan penyakit terkait obesitas.

Faktor lingkungan dan perilaku juga berperan dalam kemungkinan orang menjadi gemuk.

6. Kurang tidur

Sebuah studi tahun 2013 telah menghubungkan peningkatan berat badan dengan durasi tidur pendek dapat menyebabkan kelebihan lemak perut.

Namun, kausalitas tidak dapat disimpulkan dari penelitian tersebut.

Durasi tidur yang pendek dikaitkan dengan peningkatan asupan makanan, yang mungkin berperan dalam pengembangan lemak perut.

Tidak cukup tidur juga berpotensi menyebabkan perilaku makan yang tidak sehat, seperti makan emosional.

7. Merokok

Para peneliti mungkin tidak menganggap merokok sebagai penyebab langsung dari lemak perut, tetapi mereka percaya itu sebagai faktor risiko.

Sebuah studi 2012 yang diterbitkan dalam jurnal PloS One menunjukkan bahwa, obesitas memang mengintai siapapun baik itu perokok atau bukan.

Kendati demikian, perokok memiliki lebih banyak lemak perut dan visceral daripada bukan perokok.

Baca juga: Ingin Atasi Masalah Berat Badan, Terapkan 7 Cara Jitu Ini, Perut Buncit Hilang Dalam Seminggu

Cara mengatasi perut buncit

Dilansir dari Kompas.com, untuk mengurangi perut buncit, remaja sebaiknya tidak langsung melakukan pola diet yang sangat ketat dengan berpantang makan ini dan itu.

Karena usia remaja adalah usia tumbuh kembang, di mana tubuh terutama otak dan tulang masih membutuhkan banyak asupan nutrisi dari berbagai sumber bahan makanan.

Seperti kalori yang adalah sumber energi yang bisa digunakan tubuh untuk terjaga dan fokus selama menerima pelajaran di sekolah.

Cara tepat untuk mereduksi perut buncit pada remaja adalah dengan aktif berolahraga dan mengurangi makanan yang tak mengandung kalori.

Mengutip Livestrong, remaja wanita umumnya akan membakar 1.800 hingga 2.400 kalori setiap harinya, tergantung dari aktivitas yang dilakukannya.

Jadi untuk mengurangi berat badan dan mengurangi timbunan lemak pada perut buncit, mereka harus mengonsumsi kalori di bawah batas kalori harian yang mereka bakar.

Mengurangi makanan yang rendah vitamin dan nutrisi jauh lebih bijak daripada mengurangi porsi makanan sehat yang mengandung banyak gizi.

Sumber kalori yang paling tepat untuk menurunkan berat badan adalah sayuran, serealia utuh, buah-buahan, dan makanan-makanan yang mengandung protein rendah lemak.

Selain mengurangi kudapan yang kaya zat gula, lakukan pula olahraga untuk membakar kalori yang ada dalam tubuh. (Serambinews.com/Yeni Hardika)

INFO KESEHATAN LAINNYA

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved