Rabu, 29 April 2026

Opini

Parenting Pilar Utama Pendidikan Anak

Memelihara diri dan keluarga di sini adalah bagaimana sebagai orang tua mampu mendidik, menjaga, dan memelihara keluarganya dari berbuat dosa

Tayang:
Editor: bakri
IST
Dr. Murni, S.Pd,I, M.Pd, Wakil Ketua III STAI Tgk. Chik Pante Kulu 

Oleh Dr. Murni, S.Pd,I, M.Pd, Wakil Ketua III STAI Tgk. Chik Pante Kulu

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. (QS. At-Tahrim [66]:6).

Dari ayat di atas, Allah memerintahkan kepada setiap orang yang beriman untuk menjaga dirinya dan keluarganya dari siksaan api neraka.

Memelihara diri dan keluarga di sini adalah bagaimana sebagai orang tua mampu mendidik, menjaga, dan memelihara keluarganya dari berbuat dosa kepada Allah.

Ali bin Abi Thalib menafsirkan ayat ini dengan: “Ajarilah dirimu dan keluargamu kebaikan dan didiklah mereka.

” Menurut Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, keluarga di sini adalah istri, anak, dan semua yang berada di bawah tanggung jawabnya.

Secara bahasa Parenting berasal dari bahasa Inggris yaitu parent yang berarti orang tua.

Sedangkan dalam kamus Oxford, Parenting adalah the process of caring for your child or children (proses mengasuh anak).

Dalam mu‟jam bahasa Arab, kata al-Tarbiyah memiliki tiga akar kebahasaan yaitu Rabba, yarbu, tarbiyah, yang memiliki makna tambah (zad) dan berkembang (naama).

Artinya, tarbiyah merupakan proses menumbuhkan dan mengembangkan apa yang ada pada diri anak baik secara fisik, psikis, sosial, maupun spiritual.

Dan kata al-Aulad secara bahasa adalah kata jamak dari al-Waladu, yang berarti anak-anak.

Parenting adalah proses mengasuh atau mendidik anak, dan mengembangkan potensi anak dalam keluarga mulai dari masa anak-anak hingga ia bisa bertanggung jawab terhadap diri sendiri (dewasa), baik secara langsung maupun tidk langsung.

Dalam parenting ada tiga pola asuh yang diterapkan orang tua pada anak

1) Otoriter

Pola asuh otoriter adalah pola asuh orang tua yang memaksakan kehendak, mengasuh anak dengan aturan-aturan yang ketat, memaksa anak untuk berperilaku seperti orang tuanya, dan membatasi anak untuk bertindak atas nama sendiri.

Baca juga: Keterbatasan Dana, Bunda PAUD Aceh Singkil Minta Dukungan Provinsi Tingkatkan Pendidikan Anak

Baca juga: Dyah Erti Idawati Buka Rakor Bunda PAUD Se-Aceh, Ini Pesannya untuk Pendidikan Anak Usia Dini 

Perilaku yang dapat mencirikan orang tua yang otoriter yaitu anak harus mematuhi peraturan orang tua, dan tidak boleh membantah, orang tua lebih cenderung mencari kesalahan pada pihak anak dan kemungkinan menghukumnya.

2) Pola Asuh Permisif.

Pola asuh permisif merupakan kebalikan dari pada otoriter, pola asuh permisif merupakan pola asuh yang berpusat pada anak, di mana anak mempunyai kebebasan yang sangat luas untuk menentukan segala sesuatu yang diinginkan sampai-sampai tidak ada batasan aturan-aturan maupun larangan-larangan dari orang tua.

Ciri perilaku orang tua permisif yaitu, membiarkan anak bertindak sendiri tanpa memantau dan membimbingnya, mendidik anak acuh tak acuh, pasif dan masa bodoh serta lebih menentukan pemberian kebutuhan material pada anak.

3). Pola Asuh Demokratis.

Ditandai dengan adanya pengakuan orang tua terhadap kemampuan anak.

Anak diberi kesempatan untuk tidak selalu tergantung kepada orang tua.

Orang tua selalu mendorong anak untuk membicarakan apa yang diinginkannya secara terbuka.

Akan tetapi, untuk hal-hal yang urgen dan bersifat prinsipil, seperti dalam pemilihan agama dan pilihan hidup yang bersifat universal dan absolut tidak diserahkan kepada anak.

Perilaku yang mencirikan pola asuh orang tua yang demokratis yaitu ada kerja sama antara orang tua dengan anak, anak diakui sebagai pribadi.

Beberapa metode parenting bagi orang tua sesuai untuk anak usia prasekolah adalah sebagai berikut:

1).Metode Keteladanan.

Keteladanan adalah contoh yang diikuti oleh orang lain dan akan menjadi panutan dalam melakukan setiap perbuatan.

Pada dasarnya manusia sangat cenderung memerlukan sosok teladan dan panutan yang mampu mengarahkan anaknya pada jalan kebenaran yang menjelaskan cara mengamalkan syariat Allah SWT.

Kebutuhan manusia akan figur teladan bersumber dari kecenderungan meniru yang sudah menjadi karakter manusia.

Teladan adalah di antara metode yang paling penting dalam mendidik baik untuk anak kecil maupun dewasa.

2).Metode Nasihat.

Nasihat adalah salah satu metode yang sangat penting dalam mendidik dan mengasuh anak.

Banyak hal yang bisa dimanfaatkan orang tua dalam memberikan nasihat kepada anak.

Berikut ini ada beberapa media yang bisa digunakan dalam memberikan nasihat kepada anak:

a.Bermain di saat anak tenggelam dalam permainannya, pada saat itu sebenarnya sedang terjadi perpaduan antara beberapa proses; proses berpikir, gerak tubuh, bersosialisasi, menggunakan emosi, yang seluruhnya menjadi satu proses yang integral.

Oleh karena itu semakin pandai orang tua mencari permainan yang bermanfaat dan menarik untuk anak maka kesempatan untuk membimbing mereka sangat besar.

b.Berbicara Langsung.

Berbicara langsung kepada anak tanpa basa-basi serta menyampaikan informasi pengetahuan dan pemikiran, akan menjadikan anak mudah sekali menerima pesan yang disampaikan.

c.Memanfaatkan Peristiwa Tertentu.

Peristiwa dalam kehidupan sehari-hari dapat dimanfaatkan untuk menanamkan pemahaman yang bersifat mendidik.

Dari peristiwa itu kemudian dimasukkan ke dalamnya unsure keimanan dan pendidikan dalam jiwa anak.

Rasulullah telah memberikan tuntunan kepada para orang tua dalam hal ini.

3).Metode Menceritakan Kisah.

Menceritakan kisah dapat membangkitkan keyakinan sejarah pada diri anak, di samping juga menambah spirit anak serta membangkitkan rasa keislaman yang mendalam.

Orang tua bisa menceritakan kepada mereka kisah-kisah yang mendidik, seperti kisah-kisah yang terdapat dalam Alquran dan kisah-kisah para Nabi.

Dalam hal ini Allah berfirman: Artinya: “Sesungguhnya pada kisah- kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.” (QS.Yusuf [12]:111).

Metode menceritakan kisah ini mempunyai potensi besar dalam meningkatkan potensi anak.

4).Metode Pembiasaan (habituasi).

Abdullah Nashih Ulwan menulis dalam bukunya Tarbiyatul Aulad Fil-Islam, “Pendidikan dengan cara pembiasaan dan kedisiplinan adalah di antara faktor penentu keberhasilan dalam pendidikan, dan wasilah yang paling baik dalam menumbuhkan keimanan dan akhlak pada anak.

” Dengan demikian pembiasaan adalah salah satu faktor yang memperkuat proses penanaman nilai-nilai keagamaan anak.

Metode ini sangat cocok untuk hal-hal rutin yang dilaksanakan, seperti makan, minum, ketika akan tidur dan bangun tidur, keluar dan masuk kamar mandi, keluar dan masuk rumah, dan lain-lain.

5).Metode Perumpamaan.

Muhammad Abduh, dalam tafsir al-Manar mengatakan bahwa perumpamaan yaitu suatu frase yang digunakan untuk menceritakan peristiwa tertentu yang serupa dan sama dengan yang sedang dialaminya.

Perumpamaan juga bisa menanamkan ilmu pengetahuan di dalam pikiran anak.

Rasulullah sendiri telah menggunakan metode ini di antaranya ada Hadits tentang perumpamaan `seorang mukmin seperti `pohon kurma`.

Firman Allah dalam Surat Ibrahim (14) ayat 24-25.

“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya menjulang ke langit.

Pohon itu menghasilkan buahnya setiap waktu dengan seizin Tuhannya.

Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat. ” (QS.Ibrahim [14] : 24-25).Dan, 6).

Metode Targhib (Janji) dan Tarhib (Ancaman).

Tabiat manusia merupakan perpaduan sekaligus kombinasi antara kebaikan dan keburukan.

Alquran menawarkan upaya ini dalam metode targib (janji) dan tarhib (ancaman).

Abu Yaqien mengemukakan bahwa imbalan atau janji (targib) dan hukuman atau ancaman (tarhib) tidak harus berupa materi.

Tepuklah pundaknya dan katakan, “kamu hebat”; usaplah kepalanya; acungkan jempol; tersenyum.

Metode targib dan tarhib akan efektif jika digunakan secara adil dan proporsional.

Baca juga: Alumnus Dayah Darul Huda Aceh Utara Terbitkan Buku “Pola Asuh dan Pendidikan Anak Ala Rasulullah”

Baca juga: Bupati Sarkawi: Pesantren dan Dayah Tempat Terbaik Untuk Pendidikan Anak

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved