Berita Banda Aceh
Pertemuan Perdana Tim Pelaksaan MoU Helsinki di 2022, Begini Arahan Wali Nanggroe
Kabag Humas dan Kerjasama Wali Nanggroe, M Nasir Syamaun MPA menjelaskan, tim yang berjumlah 14 orang tersebut berasal dari berbagai kalangan.
Namun sayangnya, hal itu belum tercapai.
“Dalam hal ini orang Aceh harus sadar, terutamanya pemuda-pemudi harus mengerti di mana kepentingan kita di dalam NKRI ini."
"Kita ada kepentingan nasional Aceh sendiri sesuai dengan perjanjian yang telah kita tandatangani. itu adalah hak kita semua, Aceh bukan hanya milik suatu golongan dan inilah yang disebut nasional interest Aceh yang harus terus kita perjuangkan,” tambah Wali Nanggroe.
Selain itu, ia juga mengingatkan, keteguhan dalam mempertahankan perdamaian Aceh tidak bisa dipertahankan tanpa kemitraan antara semua komponen bangsa Aceh.
Damai Aceh bukanlah karya atau kerja individu, tetapi karya bersama.
Aceh tidak akan dapat melakukan apapun jika disertai rasa kebencian diantara sesama dan juga terhadap Indonesia yang menjadi pihak dalam perjanjian damai.
Karena itu, kata Wali Nanggroe, dirinya bertekad untuk meneruskan metode konsultasi dan komunikasi, dalam mengatasi berbagai persoalan yang menyangkut kepetingan nasional kedua pihak.
Selain itu, ia akan terus berusaha menghilangkan sumber-sumber hambatan dan perbedaan untuk perdamaian Aceh yang berkelanjutan.
“Kita telah memutuskan untuk berdamai dengan Republik Indonesia. Maka perdamaian ini juga harus berani kita pelihara dan jaga untuk terus kita perjuangkan sampai terciptanya kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Aceh,” pungkas Wali Nanggroe.(*)
Baca juga: VIDEO - Pantai Babah Kuala Lhoknga, Objek Wisata Wajib Bagi Pemburu Sunset
Baca juga: VIDEO - Aksi Freestyle Penjual Burger dengan Gerobaknya di Jalan Raya
Baca juga: VIDEO Akhirnya Sampai di Mercusuar Willems Toren III, Pangdam IM Sebut Situs Berharga di Aceh
Baca juga: VIDEO - Kemeriahan Pentas Aceh Milenial di Taman Budaya