Jurnalisme Warga
Antusiasnya Kaum Milenial Ikut Pelatihan DEA
BULAN Februari ini Kabupaten Bireuen mencatat sejarah baru dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan mengadakan pelatihan
Namun, calon peserta yang mendaftar melalui link pendaftaran melebihi kuota yang telah ditetapkan, bahkan untuk setiap angkatan bisa mencapai 250 calon peserta yang mendaftar.
Menariknya lagi, peminat untuk mengikuti kegiatan pelatihan DEA tersebut didominasi oleh kaum muda yang punya usaha masing-masing.
Ketertarikan kaum muda mileneal tersebut untuk mengikuti kegiatan DEA diungkapkan pada sesi penutupan ketika diberi kesempatan bagi para peserta untuk menyampaikan pesan dan kesannya selama mengikuti pelatihan.
Dari kesean dan pesan yang disampaikan peserta pada ketiga angkatan umumnya mereka sangat bangga dengan adanya pelatihan- pelatihan untuk pengembangan diri yang bisa menghasilkan benefit dengan memanfaatkan media digital.
Mereka ingin berusaha lebih bagus lagi dengan metode pemasaran melalui media online seiiring dengan perkembangan zaman yang harus diikuti sehingga tidak ketinggalan dari pengusaha-pengusaha sukses di luar Aceh bahkan luar negeri.
Baca juga: Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Aceh Tamiang Kembangkan UMKM Produk Lokal
Baca juga: Pengembangan Akses Pembiayaan yang Terjangkau bagi UMKM merupakan Wujud Kehadiran Pemerintah
Di samping itu, mereka juga mengharapkan ada pelatihan- pelatihan lanjutan yang serupa dengan materi-materi yang lebih luas lagi karena waktu dua hari untuk satu angkatan dirasakan kurang memadai.
Sementara itu, ada kesan dari panitia bahwa dengan banyaknya pelamar yang berminat mengikuti pelatihan tersebut juga membuat panitia harus bekerja ekstra untuk menyeleksi peserta yang benar- benar sesuai dengan topik yang diusung.
Dengan adanya penyeleksian yang cukup ketat tersebut panitia juga kerap dihubungi calon peserta via handphone, baik berbicara langsung ataupun melalui pesan WhatsApp yang meminta agar mereka bisa diloloskan untuk ikut kegiatan tersebut.
Selain itu, ada juga kejadian- kejadian unik ketika ada calon peserta yang tidak lolos seleksi untuk ikut kegiatan DEA menyampaikan kata-kata yang kurang etis melalui WA kepada panitia.
Padahal, ketidaklulusan mereka adalah karena calon peserta yang tidak mau melakukan tes antigen yang disiapkan panitia secara gratis serta ada yang coba mendaftar untuk kedua kalinya setelah mengikuti kegiatan yang sama pada angkatan sebelumnya.
Dinamika penerimaan calon peserta pelatihan DEA tahun 2022 ini menggambarkan betapa antusiasnya masyarakat Bireuen, khususnya kawula muda kreatif dengan usaha masing-masing ingin mengembangkan potensi diri dalam berusaha.
Terutama dengan memanfaatkan media digital untuk lebih memudahkan dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas sehingga mampu meraih hasil yang maksimal.
Gambaran ini menjadi bahan penting bagi pemerintah Kabupaten Bireuen khususnya dan Pemerintah Aceh umumnya untuk mengarahkan program penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan kemampuan pelaku-pelaku UMKM untuk memanfaatkan media digital dalam pemasaran dan promosi usaha-usaha mereka.
Namun, untuk berhasilnya pemasaran secara online, maka kualitas barang yang diproduksi harus bagus serta packing yang menarik perlu sekali dijaga untuk bisa dipercaya konsumen secara luas.
Baca juga: Pengembangan Akses Pembiayaan yang Terjangkau bagi UMKM merupakan Wujud Kehadiran Pemerintah
Apalagi di masa pandemi Covid- 19 ini ketika dilakukan pembatasan masyarakat untuk melakukan kegiatan dengan berinteraksi langsung, maka salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu pemasaran dan promosi melaui media digital.