Kupi Beungoh
Putin, Ukraina, dan Perang Dunia 3 (IV), Georgia dan Kegagalan Barat Menjegal Putin
Walaupun tentara Rusia sudah merasuk ke wilayah Ukraina, bahkan telah mendekati ibu kota Kiev, mereka belum berhasil masuk dan menguasai kota.
Oleh: Ahmad Humam Hamid*)
SAMPAI dengan hari Minggu, 6 Maret 2022, invasi Rusia ke Ukraina telah mencapai hari ke 10.
Apa yang telah didapatkan oleh Rusia?
Evaluasi konvensional dengan indikator bobot militer kedua negara, menunjukkan Rusia belum mencapai kemajuan yang signifikan, paling kurang bila diukur dengan apa seharusnya dicapai, dan apa yang telah dicapai.
Sampai saat ini Rusia baru berhasil merebut kota provinsi, Kherson, akan tetapi militer Rusia kerepotan menghadapi massa kota itu yang berdemonstrasi menentang kehadiran mereka.
Kherson adalah sebuah kota strategis di tepi laut hitam yang menjadi titik strategis Rusia untuk mengunci Ukraina dari arah selatan.
Kemajuan lainnya, seperti yang telah diberitakan beberapa hari yang lalu adalah pengambilalihan, tepatnya penguasaan reaktor nuklir Ukraina, Zaporizhzhia.
Ini adalah reaktor nuklir yang dibangun pada era Uni Soviet, dan sampai hari ini merupakan reaktor nuklir terbesar di Eropa.
Kabar baiknya adalah reaktor nuklir itu tidak mengalami peledakan atau kehancuran.
Seandainya reaktor Zaporizhzhia rusak atau meledak akibat perang, tidak bisa dibayangkan apa yang akan terjadi.
Jika reaktor itu meledak, maka daya rusaknya melebihi 10 kali reaktor di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl di Uni Soviet, dekat Pripyat di Ukraina.
Peristiwa yang terjadi pada tanggal 26 April 1986, adalah kecelakaan reaktor nuklir terburuk dan terparah dalam sejarah.
Walaupun tentara Rusia sudah merasuk ke wilayah Ukraina, bahkan telah mendekati ibu kota Kiev, mereka belum berhasil masuk dan menguasai kota.
Rusia juga sedang mengepung kota kedua terbesar Ukraina, Kharkiv, yang terletak di timur laut.
Memang, kali ini tidak sangat mudah bagi Rusia untuk menguasai Ukraina dengan cepat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ahmad-humam-hamid-profesor.jpg)