Selasa, 2 Juni 2026

Opini

IDI Reborn di Negeri Pejuang

Bila ditarik ke belakang, sejarah lahirnya IDI bersinambung dengan organisasi dokter Indonesia pada masamasa sebelumnya

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
ZAENAL ABIDIN Penulis adalah Ketua Umum PB IDI periode 2012 - 2015 dan Anggota Panitia Adhoc F 

OLEH ZAENAL ABIDIN, Penulis adalah Ketua Umum PB IDI periode 2012 - 2015 dan Anggota Panitia Adhoc F

IKATAN Dokter Indonesia (IDI) lahir 24 Oktober 1950.

Organisasi yang lahir lima tahun setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia ini didirikan oleh para dokter pejuang.

Bila ditarik ke belakang, sejarah lahirnya IDI bersinambung dengan organisasi dokter Indonesia pada masamasa sebelumnya, sampai kepada Perkumpulan Boedi Oetomo dan tokoh-tokoh Kebangkitan Nasional, 20 Mei 1908.

Bahkan kita pun akan tersambung dengan sejumlah nama dokter yang gugur dalam pertempuran melawan Belanda maupun Jepang.

Inilah yang menjadi alasan mengapa tahun 2008, bertepatan Satu Abad Kebangkitan Nasional, IDI menetapkan dan memperingati tanggal 20 Mei sebagai Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI).

Komitmen IDI terhadap perjalanan negara dan bangsa tentu tidak dapat diragukan.

Dapat dilihat di dalam rumusan di dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IDI.

Mukadimah AD/ART IDI diawali dengan kalimat, “Atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, bangsa Indonesia telah berhasil merebut kemerdekaan dari kaum penjajah, maka setiap warga Negara Kesatuan Republik Indonesia menuju tercapainya kehidupan rakyat yang sehat, adil dan makmur.

” Selanjutnya, pada alinea kedua tertulis, “Dokter Indonesia sebagai warga bangsa yang ikut aktif dalam gerakan dan perjuangan kemerdekaan, sadar akan hak dan kewajibannya serta peran dan tanggung jawabnya kepada umat manusia dan bangsa, bertekad memberikan darma baktinya untuk mewujudkan nilai- nilai Pancasila dan UUD 1945 dalam kehidupan keprofesian.

” Pernyataan di dalam mukadimah di atas kembali diperkuat oleh pernyataan tujuan IDI (Pasal 7 AD IDI), yang ingin:

1) Mewujudkan cita-cita nasional bangsa sebagaimana dimaksud dalam pembukaan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945.

2) Memadukan segenap potensi dokter Indonesia, meningkatkan harkat, martabat dan kehormatan diri dokter Indonesia serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan rakyat Indonesia menuju masyarakat sehat dan sejahtera.

Baca juga: Ikatan Dokter Indonesia Minta Tenaga Kesehatan Bersiap Sambut Puncak Omicron Awal Februari

Baca juga: Setelah 70 Tahun Menanti, Banda Aceh Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Muktamar Ikatan Dokter Indonesia

Muktamar meneguhkan komitmen Selain itu, pada berbagai kegiatan IDI selalu mengaitkannya dengan upaya memajukan dan menyehatkan rakyat dan bangsanya.

Lihatlah tema Muktamar ke-31 IDI yang dihelat 22-25 Maret 2022, "Peran Strategis IDI dalam Membangun Kemandirian dan Meningkatkan Ketahanan Bangsa.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved