Opini
IDI Reborn di Negeri Pejuang
Bila ditarik ke belakang, sejarah lahirnya IDI bersinambung dengan organisasi dokter Indonesia pada masamasa sebelumnya
(22 April 1205 M) ini merupakan salah satu kota Islam tertua di Asia Tenggara.
Beberapa ulama besar, yang juga merupakan pejuang terkenal dari daerah ini.
Baca juga: Sekda Lepas Konvoi Kendaraan Rombongan Muktamar IDI XXXI, 1.500 Dokter akan Tiba di Aceh
Sebutlah Hamzah Fansuri, Nurudin Ar Raniry, Syamsudin Al Sumatrani dan Abdul Rauf As Singkili, dan lainya, menjadi bukti bahwa Aceh pernah menjadi pusat ilmu dan berperan penting dalam penyebaran Islam ke seluruh Nusantara.
Karena itu pula kota ini dijuluki sebagai Serambi Mekah.
Secara geografis Aceh adalah provinsi paling barat Indonesia, yang tak bisa dipisahkan dengan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Karena itu, ketika berbicara tentang Indonesia atau Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) maka Aceh tidak boleh dilupakan.
Lagu nasional mengatakan, “Dari Sabang Sampai Merauke”.
Artinya Indonesia terbentang dari Sabang (Aceh) di ujung paling barat sampai Merauke (Papua) di ujung paling timur.
Aceh merupakan daerah yang tidak pernah dikuasai oleh musuh dan merupakan modal utama dalam perjuangan kemerdekaannya Indonesia.
Pernyataan ini didukung kenyataan, bahwa Aceh adalah satu-satunya daerah dalam wilayah Republik Indonesia tidak pernah diduduki oleh Belanda.
Banyak tokoh dan pejuang yang lahir di Tanah Aceh.
Seperti Teuku Umar dan istrinya Cut Nyak Dhien, Cut Meutia, Sultan Iskandar Muda, Teuku Chik di Tiro Muhammad Sama, Laksamana Malahayati, dan seterusnya.
Laksamana Malahayati yang juga dikenal Keumalahayati adalah laksamana laut perempuan pertama di dunia.
Salah satu modal perjuangan Bangsa Indonesia pada masa perang kemerdekaan adalah alat komunikasi.
Dikutip dari Wikipedia, pada akhir Desember 1948 Radio Rimba Raya telah mengudara dan memberitakan kepada dunia luar bahwa Republik Indonesia masih eksis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ZAENAL-ABIDIN-Penulis-adalah-Ketua-Umum-PB-IDI-periode-2012-2015.jpg)