Selasa, 14 April 2026

Jurnalisme Warga

Pekan Budaya Barat Selatan Aceh, Memperkuat Identitas dan Persaudaraan

PEKAN Budaya dan Tradisi Barat Selatan Aceh baru saja usai dilaksanakan di Lapangan Sada Kata Kota Subulussalam pada tanggal 19 hingga 21 Maret 2022

Editor: bakri
For Serambinews.com
WANHAR LINGGA, Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Aceh Singkil, Pegiat Budaya, dan Anggota FAMe, melaporkan daro Singkil 

OLEH WANHAR LINGGA, Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Aceh Singkil, Pegiat Budaya, dan Anggota FAMe, melaporkan daro Singkil

PEKAN Budaya dan Tradisi Barat Selatan Aceh baru saja usai dilaksanakan di Lapangan Sada Kata Kota Subulussalam pada tanggal 19 hingga 21 Maret 2022.

Event budaya ini diikuti oleh tujuh kabupaten dan satu kota yang berada di wilayah pantai barat selatan Aceh (Barsela), meliputi Kabupaten Aceh Jaya, Simeulue, Aceh Barat, Nagan raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, dan Kota Subulussalam selaku tuan rumah.

Tim Dekranasda Nagan Raya menyerahkan teh bajakah kepada Wali Kota Subulussalam pada Pekan Budaya dan Tradisi Barsela di Subulussalam, Minggu (20/3/2022).
Tim Dekranasda Nagan Raya menyerahkan teh bajakah kepada Wali Kota Subulussalam pada Pekan Budaya dan Tradisi Barsela di Subulussalam, Minggu (20/3/2022). (For Serambinews.com)

Event ini menghadirkan berbagai kegiatan pentas seni dan kebudayaan, pameran stan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sajian kuliner dari kabupaten/ kota di wilayah Barsela.

Kegiatan yang dipusatkan di Bumi Syeikh Hamzah Fansuri ini merupakan kegiatan perdana yang sebelumnya tak pernah dilaksanakan.

Hadirnya kegiatan ini diinisiasi oleh Anggota DPR Aceh, Hj Asmidar SPd bersama Dinas Kebudayaan Pariwisata Aceh.

Hj Asmidar merupakan politisi Partai Aceh dari daerah pemilihan (Dapil) 9 Aceh.

Berpedoman pada jumlah pengunjung dan kabupaten/ kota yang ikut berpartisipasi dalam event ini, membuktikan bahwa kegiatan kebudayaan merupakan kerinduan bagi para pelaku budaya dan seniman.

Terbukti kegiatan budaya tiga hari ini mampu menyedot perhatian dan menghadirkan antusiasme masyarakat Barsela yang sangat luar biasa.

Sebab, hampir dua tahun sejak Maret 2020 hingga kini pandemi Covid-19 tak juga berakhir dan itu meredupkan banyak event dan atraksi budaya di Aceh, tak terkecuali di wilayah Barsela.

Baca juga: Giok Nagan Jadi Primadona di Pekan Budaya Barsela di Subulusalam, Nefride & Black Jade Laku Keras

Baca juga: UPDATE INFO Stand Pameran Aceh Singkil Dipadati Pengunjung, Dalam Pekan Budaya dan Tradisi Barsela

Dua tahun lebih sudah kegiatan-kegiatan seni budaya terpuruk oleh segala pembatasan khas pandemi Covid-19.

Ibarat kopi tanpa gula, seniman sudah megapmegap di garis takdir, kehilangan gairah, bahkan kreativitas terkungkung pandemi.

Banyak kegiatan seni budaya yang terlewatkan begitu saja akibat kehadiran dan penularan Covid yang entah kapan akan berakhir.

Munculnya ikatan silaturahmi Momen Pekan Budaya Barsela ini merupakan titik awal terciptanya semangat persaudaraan antara satu kabupaten dengan kabupaten/kota lainnya di kawasan baratselatan Aceh.

Selama event ini berlangsung, mereka juga saling mengunjungi stan, bercerita tentang tradisi dan kebudayaan di daerah masing-masing, di samping ada juga yang saling tukar kerajinan tangan, cendera mata, bahkan kuliner.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved