Rabu, 15 April 2026

Jurnalisme Warga

Pekan Budaya Barat Selatan Aceh, Memperkuat Identitas dan Persaudaraan

PEKAN Budaya dan Tradisi Barat Selatan Aceh baru saja usai dilaksanakan di Lapangan Sada Kata Kota Subulussalam pada tanggal 19 hingga 21 Maret 2022

Editor: bakri
For Serambinews.com
WANHAR LINGGA, Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Aceh Singkil, Pegiat Budaya, dan Anggota FAMe, melaporkan daro Singkil 

Kontingen Nagan Raya menampilkan tari seudati, Aceh Barat Daya menampilkan tari rapa-i geleng agam, sedangkan Aceh Selatan menampilkan rapa-i geleng versi inong.

Selaku tuan rumah, Kota Subulussalam menampilkan tarian pikhing.

Kesemua kesenian ini memiliki makna dan filosofi masing- masing dan merupakan warisan ‘keunebah endatu’ yang harus dijaga dan terus dilestarikan, sehingga ke depan terus mendapat ruang ekspresi bagi pemilik budaya itu sendiri.

Mendorong ekonomi masyarakat Event kebudayaan ini juga sangat mendorong perekonomian masyarakat setempat.

Menurut pantauan saya, kegiatan ini mampu memberikan nilai positif bagi perkembangan ekonomi masyarakat, mengingat para pelaku usaha kecil dari berbagai penjuru hadir tumpah ruah memeriahkan kegiatan ini.

Event ini juga menjadi ajang reaktualisasi kulinerkuliner tradisional kawasan Barsela yang mungkin sudah kurang dikenal oleh generasi milenial.

Lompong sagu misalnya yang disajikan oleh Warung Sinanggel 580, menjadi primadona dalam event akbar ini.

Para pengunjung rela antre berjam-jam untuk dapat menikmati kuliner khas Singkil ini.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sumber pemasukan bagi pelaku UKM yang selama ini kekurangan ruang dan pangsa bagi mereka untuk berjualan.

Di samping mereka dapat mengenali kebudayaan dari daerah lain, para pelaku usaha juga mendapatkan peningkatan omzet yang sangat signifikan dari hasil penjualan mereka.

Ini membuktikan bahwa ekonomi berbasis budaya sangat mendorong laju perekonomian masyarakat.

Upaya pembinaan dan pelestarian Pekan Budaya dan Tradisi Barat Selatan Aceh ini digelar juga sebagai salah satu upaya pemerintah untuk membina dan melestarikan kebudayaan daerah agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Berbagai kesenian dan tradisi yang ditampilkan tentulah menambah wawasan dan menjadi pengetahuan bagi masing-masing kabupaten.

Begitu juga dengan motif-motif adat yang dipamerkan sebagai pengaya khazanah budaya masing-masing daerah.

Kegiatan atau program seperti ini harus terus digalakkan untuk mengantisipasi kepunahan warisan budaya leluhur kita.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved