Breaking News:

Salam

Mafia Minyak Goreng Harus Dihukum Berat

Setelah berbulan-bulan ditunggu, akhirnya Kejaksaan Agung (Kejagung) mengumumkan ke publik identitas orang-orang yang selama ini disebut masyarakat

Editor: bakri
ISTIMEWA
Tersangka kasus mafia minyak goreng (kiri ke kanan): Senior Manager Corporate Affairs Permata Hijau, Stanley MA; Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Parulian Tumanggor; General Manager bagian General Affairs PT Musim Mas, Togar Sitanggang; dan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI, Indrasari Wisnu Wardhana. 

Keempat tersangka diduga memiliki peran bersama sama untuk melakukan tindakan melawan hukum.

Mereka adalah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI, Indrasari Wisnu Wardhana; Senior Manager Corporate Affairs Permata Hijau, Stanley MA; General Manager bagian General Affairs PT Musim Mas, Togar Sitanggang; dan Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Parulian Tumanggor.

"Para tersangka melakukan perbuatan melawan hukum berupa bekerja sama secara melawan hukum dalam penerbitan izin Persetujuan Ekspor (PE) dan dengan kerja sama secara melawan hukum tersebut, akhirnya diterbitkan Persetujuan Ekspor (PE) yang tidak memenuhi syarat," kata Jaksa Agung.

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi sebetulnya sudah sejak lama tahu adanya mafia yang antara lain melibatkan anak buahnya.

Namun, ia tidak mengungkapkan ke publik karena tidak ingin mendahului penegak hukum.

Ketika didesak DPR pada pertengahan Maret 2022, Mendag hanya mengatakan penyebab langkanya minyak goreng dikarenakan adanya campur tangan mafia-minyak-goreng' title=' mafia minyak goreng'> mafia minyak goreng.

“Sebenarnya distribusi minyak goreng di setiap provinsi cukup bagi masyarakat.

Namun, adanya mafia dan spekulan memanfaatkan hal tersebut untuk meraup keuntungan.

” Salah satu spekulasinya terhadap hal tersebut adalah adanya pihak yang menyelundupkan minyak goreng ke luar negeri.

Setelah pengumuman tersangka oleh Jaksa Agung, komentar muncul dari berbagai kalangan.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengapresiasi keberanian Jaksa Agung menetapkan para mafia itu sebagai tersangka.

"Mereka adalah mafia minyak yang sebenarnya.

Karenanya kami mengapresiasi keberanian dari Kejagung untuk mengungkap kasus ini," tambahnya.

Sedangkan anggota Komisi III DPR RI lainnya, Didik Mukrianto, meminta Kejagung tidak tebang pilih dalam mengusut kasus tersebut.

"Penegakan hukumnya tidak boleh tebang pilih, tidak boleh pandang bulu,” kata Didik.

Nah?!

Baca juga: Jadi Tersangka Mafia Minyak Goreng, Ini Profil dan Harta Kekayaan Indrasari Wisnu Wardhana

Baca juga: Jadi Tersangka Mafia Ekspor Minyak Goreng, Dirjen Kemendag Indrasari Wisnu Punya Harta 4.4 M

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved